Banjarnegara (Humas) – Kegiatan halaqah harian bagi siswa-siswi Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali berlangsung khidmat pada Kamis (6/11) di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara. Program rutin yang diikuti oleh para peserta didik dari kelas 7C, 8C, dan 9C ini merupakan bagian dari pembinaan intensif dalam penguatan hafalan Al-Qur’an yang telah menjadi salah satu program unggulan madrasah. Kegiatan halaqah dimulai pada jam pertama proses pembelajaran dan berlangsung dari hari Senin hingga Kamis setiap pekannya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyetorkan hafalan baru sekaligus memperbaiki bacaan dan kualitas hafalan yang telah dimiliki. Mereka dibimbing langsung oleh para ustaz dan ustazah pembimbing tahfiz yang telah ditunjuk oleh madrasah. Suasana halaqah tampak tenang dan penuh kesungguhan, mencerminkan keseriusan para peserta didik dalam menggapai target hafalan yang telah ditetapkan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi kegiatan halaqah ini. Ia menegaskan bahwa penguatan program tahfiz bukan hanya untuk prestasi akademik, tetapi juga sebagai pembinaan karakter.
“MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh pendidikan. Kegiatan halaqah harian ini bukan sekadar target hafalan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan ketenangan jiwa siswa. Kami ingin lulusan Madtsansa tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Abdul Majid selaku koordinator bidang keagamaan Madtsansa sekaligus salah satu pembimbing halaqah. Ia menyebut bahwa kegiatan ini menjadi ruang pembinaan yang sangat efektif karena dilaksanakan secara terstruktur dan terjadwal.
“Anak-anak tidak hanya menyetor hafalan, tetapi juga belajar adab, tajwid, dan murojaah secara terarah. Pendekatan yang digunakan bukan hanya menekankan kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas bacaan. Kami ingin mereka bukan sekadar hafal, tapi benar-benar membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh kesadaran ibadah,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Umi Mahmudah selaku pembimbing tahfiz menekankan pentingnya pendampingan yang bersifat humanis dan penuh kesabaran, terutama bagi siswa yang baru memulai perjalanan hafalan.
“Setiap anak memiliki kemampuan dan ritme yang berbeda. Tugas kami adalah menjaga agar mereka tetap semangat, tidak terbebani, dan merasa bahwa menghafal Al-Qur’an adalah proses yang menyenangkan. Kami selalu menanamkan bahwa menjadi hafiz bukan perkara siapa yang cepat, tetapi siapa yang istiqamah,” jelasnya.
Dari sisi peserta didik, program ini mendapat antusiasme positif. Falah, siswa kelas 9 yang kini telah menghafal 3 juz, mengaku sangat terbantu dengan adanya halaqah harian.
“Kalau belajar sendiri di rumah kadang tidak terarah. Dengan halaqah, kami jadi disiplin murojaah setiap hari. Selain itu, suasana menghafal bersama teman-teman juga menambah semangat,” ujarnya.
Berbeda dengan Falah yang sudah hampir menuntaskan target hafalannya, Maulana, siswa kelas 7 yang baru memulai hafalan, merasa kegiatan halaqah membuatnya lebih percaya diri dalam membaca dan menyetorkan ayat-ayat Al-Qur’an.
“Awalnya saya takut salah-salah saat setor hafalan. Tapi ustaz memberi bimbingan dengan sabar, jadi saya merasa nyaman. Sekarang saya justru ingin terus menambah hafalan,” tuturnya dengan senyum bangga.
Program halaqah harian ini telah menjadi budaya akademik dan religius di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Selain mendapatkan pembinaan harian, para siswa tahfiz juga mengikuti kegiatan tahfiz camp, tasmi’, hingga uji publik hafalan yang melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat. Dengan dukungan manajemen madrasah dan para pembimbing, Madtsansa terus memperkuat tradisi Qurani sebagai bagian dari identitas lembaga.
Di akhir penyampaiannya, H. Yatiman kembali menegaskan bahwa program tahfiz bukan sekadar unggulan branding, tetapi bagian dari ikhtiar jangka panjang mencetak generasi Qurani.
“Semoga anak-anak ini kelak menjadi pemimpin masyarakat yang berakhlak, cerdas, dan membawa cahaya Al-Qur’an ke mana pun mereka berpijak,” tutupnya.
Kegiatan halaqah pada Kamis pagi tersebut ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan pembelajaran reguler. Rutinitas yang sederhana namun penuh nilai ibadah ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis iman dan takwa terus dijaga dan dikembangkan di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Fy/La)







