Edukasi Kemanfaatan Produk Dan Jasa Perbankan Syariah di MTs N 1 Banjarnegara

Banjarnegara – Presentasi dari Bank Syariah Indonesia (BSI) cabang Banjarnegara dilaksanakan di MTs Negeri 1 Banjarnegara pada hari Senin, (29/3). Diikuti oleh hampir semua guru dan pegawai yang antusias dari pukul 13:00 WIB hingga berakhir dipukul 14.20 WIB.

BSI merupakan hasil merger dari tiga bank syariah BUMN, yaitu BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri. Sebagai hasil merger dari tiga bank, BSI menjadi bank syariah terbesar di Tanah Air dengan total aset sekitar Rp 239,56 triliun.

Perlu diketahui bahwa, sistem ekonomi syariah menjadi salah satu alternatif pilihan sistem perekonomian Indonesia setelah terbukti mampu bertahan pada saat krisis perekonomian yang menghantam Indonesia pada tahun 1998. 

Yoga selaku mitra Bank Syariah Indonesia cabang Banjarnegara dalam presentasinya menyampaikan bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia sudah seharusnya memiliki perkembangan ekonomi syariah yang masif.

“Bank syariah itu seperti madrasah di antara banyak sekolah. Dan sebagai guru madrasah, tentu lebih mudah memahami pentingnya syariah dalam pengelolaan keuangan yang barokah. Jadi, segeralah berhijrah,” ungkapnya.

Dalam presentasi juga disampaikan 3 hal yakni, pertama, kehalalan produk dan jasa bank syariah. Kedua, perbedaan bagi hasil dan bunga. Ketiga, akad yang digunakan di bank syariah. 

Selain di bawah kepengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia juga diawasi ketat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan praktik perbankan BSI di lapangan benar-benar memenuhi syarat syariah.

Bapak Moh. Zaenal selaku Kepala Madrasah juga menyampaikan bahwa sosialisasi Bank Syariah Indonesia Cabang Banjarnegara di MTsN 1 Banjarnegara ini berperan untuk mengedukasi para guru dan pegawai tentang kemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah.

“Salah satu parameter keefektifan sosialisasi dan edukasi yang telah dilakukan adalah terbentuknya pemahaman yang baik dari para guru dan pegawai mengenai perbankan syariah sehingga menimbulkan pengetahuan,” ujarnya.

Sesi tanya jawab dimanfaatkan para peserta yang salah satunya adalah pertanyaan yang disampaikan oleh Linara yang menanyakan bagaimana proses hijrah ke bank syariah, apakah tidak memberatkan bendahara gaji madrasah dan apakah mou tetap bisa dibuat meskipun yang menghendaki hijrah hanya sedikit.

“Proses hijrah dari bank konvensional ke BSI mudah dan sama sekali tidak akan memberatkan bendahara gaji karena prosesnya akan sepenuhnya dilakukan oleh pihak BSI. Jadi tidak perlu khawatir, dan mou akan tetap dapat dibuat meskipun hanya 1 orang saja yang menghendaki hijrah. “papar Yoga mengakhiri sesi tanya jawab.

Sebagai Bank yang mengikuti landasan dari prinsip-prinsip syariat Islam dengan memberlakukan akad yang sah sesuai prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi pilihan bagi guru dan pegawai madrasah dalam pengelolaan keuangannya. (Risky/Lin/ak)