Banjarnegara – Siswa kelas 5C di MI Al Fatah Parakancanggah, Kamis (23/10), menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan praktik hukum bacaan mim sukun dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadist. Peningkatan ini dicapai berkat penerapan efektif metode Tahqiq yang dikombinasikan dengan teknik saling menyimak bacaan teman sejawat.
Metode Tahqiq, yang secara harfiah berarti “meneliti” atau “memastikan kebenaran,” diimplementasikan melalui kegiatan belajar aktif di mana setiap siswa secara bergantian membacakan ayat Al-Qur’an yang mengandung hukum bacaan mim sukun (Izhar Syafawi, Ikhfa Syafawi, dan Idgham Mitslain). Sementara satu siswa membaca, siswa lain dalam kelompok kecil bertindak sebagai “penyemak” (pendengar kritis) yang bertugas untuk mengoreksi dan memastikan kebenaran tajwid, khususnya pada penerapan hukum mim sukun.
Guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Mahmudah, menyatakan bahwa fokus pada materi hukum mim sukun di kelas 5C ini bertujuan untuk memperkuat dasar-dasar tajwid sebelum melangkah ke materi yang lebih kompleks.
“Dengan metode Tahqiq ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya di bawah pengawasan teman sebayanya,” ujar Mahmudah. “Teknik saling menyimak memaksa mereka untuk lebih teliti, baik saat membaca maupun saat mendengarkan. Ini melatih kepekaan auditori mereka terhadap kesalahan tajwid.”
Hasil observasi menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari para siswa. Mereka tampak lebih termotivasi untuk membaca dengan benar karena ada tanggung jawab untuk tidak hanya melakukan koreksi, tetapi juga menerima masukan dari teman.
Penerapan Tahqiq yang berpusat pada kolaborasi ini berhasil mengubah suasana kelas menjadi lebih interaktif.
“Saya jadi lebih cepat mengerti karena teman saya langsung membetulkan ketika bacaan saya salah di bagian ikhfa’,” kata Velisah, salah satu siswa kelas 5C. “Kami juga jadi tahu, di mana letak kesalahan yang sering dilakukan teman-teman, dan itu membantu kami untuk lebih hati-hati saat kami sendiri yang membaca.”
Kesimpulan sementara dari kegiatan ini menegaskan efektivitas metode Tahqiq dengan teknik saling menyimak sebagai strategi yang sangat baik untuk meningkatkan penguasaan tajwid, khususnya materi hukum bacaan mim sukun, sekaligus menumbuhkan keterampilan kolaborasi dan sikap kritis pada siswa kelas 5C. Diharapkan, hasil positif ini dapat dipertahankan dan diterapkan pada materi-materi Al-Qur’an Hadist lainnya di masa mendatang.(mc/nas)







