Efisiensi Peningkatan Kompetensi Penyuluh dan Guru Melalui DDWK

Banjarnegara – Penyuluh Agama merupakan perpanjangan tangan Kementerian Agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat terkait penyampaian kebijakan Kemenag, bimbingan penyuluhan dan media informasi sosial yang saling timbal balik.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Kabupaten Banjarnegara H. Masdiro saat membuka Diklat Subtantif bagi guru RA/BA/TA dan Penyuluh Agama Islam Non PNS di Aula Kantor Senin (03/02).

Pembukaan Kegiatan yang diikuti 80 peserta (40 guru RA/BA/TA dan 40 penyuluh Non PNS) mengambil tempat Aula Kantor Senin ini (03/02) rencana dilaksanakan selama 6 hari efektif (3-8/02).

DDWK (Diklat di Wilayah Kerja) ini menjadi kesempatan penyuluh non PNS dan Guru RA/BA/TA yang belum mengikuti diklat dengan kuota yang lebih dibandingkan juga reguler dari balai diklat. Disamping keuntungan sebagai peserta yang tidak harus tinggal di asrama.

Dengan kerjasama dengan balai Diklat, terbukti tahun 2018 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara mendapatkan Award/ penghargaan atas kerjasama kediklatan dengan balai diklat. “Hal ini perlu di pertahankan dan di tingkatkan,” tandasnya.

“Oleh kerena itu kesempatan DDWK ini diharapkan digunakan sebaik-baiknya dan bisa mengikuti diklat dengan benar serta mengukuti semua bimbingan para Widya Iswara dari Balai Diklat,” imbuhnya.

Kakankemenag menuturkan bahwa keberadaan penyuluh Non PNS yang jumlahnya 160 orang, jika mengharapkan mendapatkan kuota diklat reguler akan memakan waktu yang lama. Melalui DDWK bisa lebih meng-efektifkan peningkatan kompetensi dan bagi penyululuh agama diwajibkan mengikuti diklat agar hak menerima honor terpenuhi.

“Saya yakin semangat mengikuti diklat tidak kalah dengan PNS, adapun Regulasinya dimungkinakn bisa berubah dan dengan pengabdian para non PNS akan bisa berubah menjadi lebih baik. Tidak usah kecil hati, Allah akan memberikan solusi terbaik,” tuturnya.

Ikuti diklat dengan serius, semangat dan mudah-mudahan ilmu bisa bermanfaat dan bisa memberi maslahat bagi umat dan masyarakat. Laksanakan tugas dan fungsi baik penyuluh juga guru non PNS di RA/BA/TA dengan baik, semangat dan diikuti ikhlas. (Nangim)