Banjarnegara – Semangat peserta didik MIFABARA dalam mengembangkan potensi diri terus tumbuh melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya adalah Pagar Nusa, ekstrakurikuler bela diri yang menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kebugaran fisik sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, dan keberanian.(29/8)
Kegiatan Pagar Nusa di MIFABARA berlangsung dalam suasana penuh semangat. Para peserta mengikuti latihan dengan didampingi pelatih yang memberikan arahan dan pembinaan secara bertahap sesuai dengan kemampuan siswa. Latihan tidak hanya berfokus pada gerakan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai gerakan dasar bela diri dipelajari secara bertahap. Siswa dilatih untuk menguasai teknik dengan benar melalui pengulangan dan latihan yang konsisten. Setiap gerakan membutuhkan konsentrasi, keseimbangan, ketepatan, dan pengendalian diri.
Nilai pengendalian diri menjadi salah satu hal penting dalam latihan Pagar Nusa. Siswa diberikan pemahaman bahwa kemampuan bela diri bukan untuk mencari kemenangan dengan kekerasan, melainkan sebagai bekal untuk menjaga diri, membangun keberanian, serta membentuk pribadi yang mampu mengendalikan emosi.
Latihan yang dilakukan secara rutin juga membantu siswa meningkatkan kebugaran tubuh. Aktivitas fisik membuat peserta lebih aktif bergerak sekaligus belajar menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.
Pelatih Pagar Nusa MIFABARA menyampaikan bahwa pembinaan bela diri harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak.
“Kami tidak hanya mengajarkan teknik bela diri. Anak-anak juga harus belajar disiplin, menghormati pelatih dan teman, mampu mengendalikan diri, serta menggunakan keterampilan yang dimiliki untuk hal-hal yang positif. Semakin kuat kemampuan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga diri dan orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MIFABARA, menyampaikan apresiasi atas kegiatan Pagar Nusa yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi nonakademiknya.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Melalui Pagar Nusa, kami berharap anak-anak tidak hanya memiliki tubuh yang sehat dan keterampilan bela diri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berani, disiplin, rendah hati, dan mampu mengendalikan diri. Kekuatan fisik harus selalu diiringi dengan kekuatan akhlak,” tutur beliau.
Melalui Pagar Nusa, siswa belajar bahwa ketangguhan bukan hanya tentang seberapa kuat seseorang melakukan gerakan, tetapi juga tentang seberapa mampu ia mengendalikan diri, menghargai orang lain, dan tetap rendah hati ketika memiliki kemampuan.(nas)







