Banjarnegara (Humas) — Menjaga kesehatan bukan hanya tentang makanan dan olahraga, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga lisan, waktu, serta lingkungan pergaulan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Endah, saat hadir dalam pengajian rutin Majelis Taklim (MT) Bustanul Arifin di Desa Bandingan, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Bandingan RT 04 RW 02 tersebut diikuti ibu-ibu jemaah MT Bustanul Arifin yang diketuai Murtiyah. Dalam kesempatan itu, Endah mengangkat tema “Empat Perusak Tubuh” dan mengajak jemaah untuk lebih peduli terhadap kesehatan jasmani dan rohani sebagai bagian dari menjaga amanah Allah SWT.
“Allah berfirman, Janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan (QS. Al-Baqarah: 195). Artinya, kita dilarang merusak tubuh yang sudah Allah titipkan,” ujar Endah mengawali penyampaiannya.
Endah kemudian menjelaskan empat hal yang dapat menjadi kebiasaan buruk bagi tubuh dan kehidupan seseorang. Pertama, terlalu banyak bicara. Menurutnya, kebiasaan berbicara berlebihan, bergunjing, dan gemar berdebat tidak hanya menguras energi, tetapi juga dapat menimbulkan penyakit hati serta menyakiti orang lain.
Kedua, terlalu banyak makan. Endah mengingatkan bahwa makan secara berlebihan dapat membuat tubuh malas dan mudah sakit serta mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW tentang pembagian ruang dalam perut untuk makanan, minuman, dan udara.
Ketiga, terlalu banyak tidur. Kebiasaan tidur berlebihan, kata Endah, dapat membuat tubuh lemas, mengurangi produktivitas, dan menyia-nyiakan waktu yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk beribadah maupun berkarya.
Keempat, terlalu banyak bergaul dengan orang yang tidak membawa manfaat. Lingkungan pergaulan, menurutnya, memiliki pengaruh besar terhadap kondisi iman dan kesehatan mental seseorang.
“Berteman dengan orang yang suka maksiat, suka mengeluh, dan jauh dari Allah bisa menularkan energi negatif. Lama-lama iman dan kesehatan mental kita yang rusak,” jelasnya.
Sebagai upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh, Endah mengajak jemaah menerapkan pola hidup sehat dengan meneladani Rasulullah SAW. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak zikir, menjalankan puasa sunah, berolahraga ringan, serta menjaga makanan yang halal dan baik.
“Tubuh sehat, hati tenang, ibadah pun nikmat,” tegas Endah.
Ketua MT Bustanul Arifin, Murtiyah, mengapresiasi materi yang disampaikan. Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kehidupan sehari-hari dan menjadi pengingat bagi para jemaah untuk lebih bijak dalam menjaga diri.
“Alhamdulillah, materinya pas sekali. Kami, ibu-ibu, jadi diingatkan. Kadang kita menjaga makanan, tetapi lupa menjaga lisan. Semoga setelah ini kami bisa lebih bijak menjaga diri,” ungkap Murtiyah.
Hal senada disampaikan salah seorang jemaah, Lastri. Ia mengaku mendapatkan pemahaman baru bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik.
“Ternyata perusak tubuh bukan cuma makanan. Lisan dan pergaulan juga bisa merusak. Terima kasih, Bu Endah dari KUA Rakit, sudah hadir,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui pengajian rutin tersebut, jemaah MT Bustanul Arifin diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani sebagai bentuk syukur sekaligus ikhtiar agar dapat terus beribadah serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
(n/azd)







