Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja Feti Sulistiyani memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Salamerta, Kecamatan Mandiraja, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepada masyarakat dengan memberikan pengetahuan yang dekat dengan kehidupan keluarga, khususnya dalam mengelola keuangan rumah tangga secara bijak.
Dalam penyuluhan kali ini, Feti menyampaikan materi “Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga, Tenang Menjalani Kehidupan”. Materi tersebut mengajak para peserta memahami pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta membiasakan pengelolaan keuangan secara terbuka bersama anggota keluarga.
Feti menjelaskan bahwa kondisi ekonomi keluarga dapat dipengaruhi oleh cara mengatur pemasukan dan pengeluaran. Penghasilan yang terbatas tetap dapat dikelola dengan baik apabila keluarga memiliki perencanaan dan mampu menentukan skala prioritas.
“Besar kecilnya penghasilan bukan satu-satunya ukuran kesejahteraan keluarga. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mengelolanya. Dahulukan kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan anak, serta hindari pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan,” ungkapnya.
Selain mengatur kebutuhan sehari-hari, peserta juga diajak membangun kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga. Menurut Feti, pencatatan sederhana dapat membantu keluarga mengetahui ke mana uang digunakan dan menjadi bahan evaluasi apabila terjadi pemborosan.
“Kita tidak harus membuat catatan yang rumit. Cukup mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran harian. Dari situ kita bisa melihat mana kebutuhan yang harus didahulukan dan mana pengeluaran yang dapat dikurangi,” jelasnya.
Feti juga mengingatkan agar bantuan sosial yang diterima melalui PKH digunakan secara tepat sesuai tujuan program dan kebutuhan keluarga. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan penting lainnya.
Dalam kehidupan rumah tangga, pengelolaan keuangan juga perlu disertai komunikasi antara suami dan istri. Keterbukaan mengenai kondisi keuangan dapat mencegah kesalahpahaman dan membantu keluarga mengambil keputusan secara bersama-sama.
Melalui penyuluhan tersebut, ibu-ibu penerima PKH Desa Salamerta diharapkan semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara sederhana, terencana, dan bertanggung jawab. Kebiasaan mengatur keuangan dengan baik diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan secara lebih terarah serta membangun kehidupan rumah tangga yang lebih tenang dan mandiri.
(m/azd)







