Banjarnegara – Usai menjalankan pembiasaan pagi dan mengaji Qiroati, suasana belajar di kelas 1A MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) berlanjut penuh dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Para murid mengikuti mata pelajaran Tilawah selama dua jam pelajaran pertama yang diampu langsung oleh Fahriza Nur Hafidz atau yang akrab disapa Ustadz Riza.
Kegiatan pembelajaran tilawah ini dirancang untuk melatih seni membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta irama yang indah. Para murid kelas 1A terlihat sangat antusias dan khusyuk menyimak bimbingan serta contoh pelafalan yang diberikan oleh pengampu materi.
Guru Pengampu Tilawah, Fahriza Nur Hafidz (Riza), menyampaikan bahwa pembelajaran tilawah di tingkat awal ini berfokus pada pembentukan karakter dan kenyamanan murid dalam melantunkan Al-Qur’an.
“Kami ingin mengenalkan indahnya melantunkan Al-Qur’an sejak usia dini dengan metode yang ramah anak. Semoga melalui pembelajaran tilawah ini, para murid tidak hanya mahir membaca sesuai tajwid, tetapi juga tumbuh rasa cinta yang mendalam terhadap Al-Qur’an,” ungkap Riza sapaannya.
Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak pimpinan madrasah. Kepala MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, mengapresiasi keberlangsungan kegiatan pembelajaran yang dinilai sangat positif untuk membekali karakter spiritual para murid.
“Program tilawah setelah pembiasaan pagi dan Qiroati ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul. Kami sangat bangga melihat semangat para murid kelas 1A yang begitu tinggi sejak pagi hari,” ujar Wahyul Khomisah.
Sementara itu, Wali Kelas 1A, Nuri Fatimah, turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dedikasi pengampu mata pelajaran tilawah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz Riza yang telah membimbing para murid kelas 1A dengan sabar dan telaten. Kehadiran pelajaran tilawah ini sangat membantu melengkapi pembiasaan pagi anak-anak, sehingga suasana belajar di kelas menjadi semakin sejuk dan penuh berkah,” tutur Nuri Fatimah.
Dengan adanya kolaborasi pembelajaran yang harmonis ini, MIMAU berharap para murid dapat terus konsisten mengembangkan potensi keagamaan mereka sejak dini. (NF)







