Gairahkan Semangat Majelis Baru, Penyuluh Agama Islam Pandanarum Hadirkan Bimbingan Bermakna di Majelis Taklim Al Fattah

Banjarnegara – Dalam upaya menguatkan semangat keagamaan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ibadah, dua Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum yaitu Efatun Vaizah dan Febri Imawan memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al Fattah, Dusun Karanganyar, Desa Peingitlor, Kecamatan Pandanarum. (21/9)

Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu  tersebut dimulai pukul 15.30 WIB dan bertempat di salah satu rumah warga. Meski digelar secara sederhana, kegiatan kepenyuluhan berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Para anggota majelis tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, yang menjadi bagian dari langkah awal pembinaan keagamaan bagi majelis taklim yang baru terbentuk ini.

Majelis Taklim Al Fattah sendiri baru berdiri sekitar satu bulan lalu dan di bentuk pula oleh Penyuluh Agama Islam Pandanarum, sehingga kehadiran para penyuluh agama menjadi sangat penting untuk memberikan arah, motivasi, serta bekal pengetahuan agama yang mendasar bagi para anggotanya.

Dalam penyuluhannya, Efatun Vaizah menyampaikan materi bertema “Menumbuhkan Semangat Berorganisasi Sebagai Wadah Kreativitas dan Peningkatan Ilmu Agama”. Ia mengajak para anggota majelis untuk tidak ragu dalam berorganisasi dan menjadikan majelis taklim sebagai tempat untuk berkembang secara spiritual dan sosial.

“Organisasi keagamaan seperti majelis taklim bukan hanya tempat mengaji, tapi juga wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menyalurkan potensi, dan meningkatkan kualitas ibadah kita secara bersama-sama,” ujar Efatun.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dalam beribadah dan keaktifan dalam kegiatan majelis agar kehadiran Al Fattah benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Febri Imawan memberikan materi yang lebih bersifat praktis, yaitu mengenai tata cara wudhu yang baik dan benar. Dengan bahasa yang mudah dipahami, ia menjelaskan langkah-langkah berwudhu sesuai sunnah, serta menjawab beberapa pertanyaan dari jamaah terkait hal-hal yang sering membatalkan wudhu, kesalahan umum dalam praktiknya, dan bagaimana cara memperbaikinya.

“Wudhu adalah pintu masuk ibadah. Kalau kita benar sejak awal, maka ibadah yang kita lakukan insyaAllah akan bernilai lebih sempurna di hadapan Allah SWT,” ungkap Febri dalam penyampaiannya.

Acara ditutup dengan sesi diskusi ringan dan doa bersama. Para peserta mengaku merasa lebih termotivasi dan mendapatkan pencerahan baru dari kegiatan ini. Diharapkan, dengan adanya bimbingan rutin dari para penyuluh agama, Majelis Taklim Al Fattah akan tumbuh menjadi majelis yang solid, aktif, dan menjadi pusat pembinaan rohani di lingkungan Dusun Karanganyar. (ev, azd)