Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim Al-Mujahidin Desa Nagasari pada Jumat sore (24/4). Puluhan jamaah berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk menimba ilmu dalam kegiatan bimbingan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Kegiatan rutin ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam, Sutrisno, yang membawakan materi mendalam mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Muslim.
Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar menggugurkan kewajiban atau rutinitas ibadah semata, melainkan sebuah investasi spiritual yang akan memberikan syafaat di hari akhir. Ia menjelaskan bahwa setiap huruf yang diucapkan mengandung sepuluh kebaikan yang berlipat ganda.
“Al-Qur’an adalah cahaya di tengah kegelapan dunia. Membacanya secara konsisten akan memberikan ketenangan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi. Di tengah gempuran arus informasi saat ini, kembali ke Al-Qur’an adalah solusi terbaik untuk menjaga kewarasan iman dan kesehatan mental kita,” ujar Sutrisno di hadapan 20 peserta yang hadir.
Beliau juga mengingatkan bahwa rumah yang di dalamnya sering dibacakan ayat-ayat suci akan terasa lapang dan dijauhi dari energi negatif. Interaksi dua arah antara penyuluh dan jamaah membuat suasana bimbingan menjadi sangat hidup, terutama saat membahas teknis memperbaiki bacaan agar sesuai dengan kaidah tajwid.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua Majelis Taklim Al-Mujahidin, Mutoif. Ia menyatakan bahwa kehadiran penyuluh agama ke desa-desa memberikan siraman rohani yang sangat dibutuhkan oleh warga, khususnya dalam memperdalam pemahaman literasi keagamaan.
“Kami sangat bersyukur atas bimbingan dari KUA Pagentan. Materi yang disampaikan oleh Bapak Sutrisno sangat mencerahkan dan membangkitkan semangat kami untuk lebih disiplin lagi dalam membaca Al-Qur’an setiap harinya. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kualitas ibadah warga Nagasari semakin meningkat,” tutur Mutoif.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan doa bersama. Melalui bimbingan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Nagasari tidak hanya sekadar memiliki mushaf Al-Qur’an di rumah, tetapi juga menjadikannya sahabat setia yang dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
(3S/azd)







