Memetik Keberkahan di Taman Surga: Adab dan Keutamaan Duduk di Majelis Ilmu

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan rutin Majelis Taklim An Nisa di Pagentan (24/4). Dimulai tepat pukul 14.00 WIB, puluhan ibu-ibu tampak antusias berkumpul untuk memperdalam pemahaman agama. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Taklim An Nisa, Ibu Salminah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga niat saat melangkahkan kaki dari rumah menuju tempat mulia ini.

Duduk di majelis ilmu bukan sekadar pengisi waktu luang di sore hari. Dalam pandangan Islam, berkumpulnya kaum muslimin khususnya para ibu di Majelis Taklim An Nisa untuk mempelajari syariat adalah bentuk investasi dunia dan akhirat. Rasulullah saw mengibaratkan majelis ilmu sebagai “Taman Surga” yang ada di bumi. Beliau bersabda:

“Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang hati.” Para sahabat bertanya, “Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah zikir (majelis ilmu).” (HR. Tirmidzi)

Keutamaan ini seharusnya menjadi penyemangat bagi kita semua. Saat kita duduk bersimpuh mendengarkan nasihat agama, para malaikat membentangkan sayapnya sebagai bentuk rida terhadap apa yang kita lakukan. Selain itu, ketenangan hati (sakinah) akan turun, dan rahmat Allah akan meliputi setiap jiwa yang hadir.

Agar ilmu yang kita peroleh tidak sekadar masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, ada adab yang perlu kita jaga. Salminah mengingatkan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada bagaimana kita memuliakan majelis tersebut. Beberapa adab utama yang perlu diperhatikan antara lain:

Meluruskan Niat: Hadir bukan karena ingin bertemu teman atau sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan tulus untuk mengangkat kebodohan diri agar bisa beribadah dengan lebih baik.

Menyimak dengan Seksama: Menghindari obrolan di luar materi saat guru atau pemateri sedang berbicara.

Menjaga Ketertiban: Hadir tepat waktu dan duduk di tempat yang masih kosong tanpa melangkahi pundak orang lain.

Sebuah kutipan bijak dari Imam Syafi’i menegaskan betapa pentingnya mencatat dan menjaga ilmu yang telah didengar:

“Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.”

Melalui kegiatan di Majelis Taklim An Nisa ini, diharapkan para ibu di majelis Taklim An Nisa  tidak hanya bertambah wawasannya secara lisan, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan rumah tangga. Menjadi sosok ibu yang cerdas secara spiritual akan membawa dampak positif bagi pendidikan anak-anak dan keharmonisan keluarga.

Pertemuan sore ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon agar setiap langkah kaki menuju majelis ini dicatat sebagai amal jariyah yang memberatkan timbangan kebaikan di hari akhir kelak. Semoga semangat menuntut ilmu ini tetap terjaga, konsisten, dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat Desa Gumingsir.

(an/azd)

Skip to content