Banjarnegara (Humas) – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Badamita menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang berfokus pada dua isu krusial yakni Pencegahan Pernikahan Dini dan Edukasi Kesehatan Bagi Hamil. Acara yang berlangsung di Balai Desa Badamita, diisi oleh narasumber dari Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati dan Bidan Desa Yoga Mawarni dari Puskesmas 2 Rakit. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). (30/7)
Rakor dibuka dengan sambutan dari Ketua TP PKK Desa Badamita, Titin Rokhniyati. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta pentingnya menjaga kesehatan hamil demi generasi penerus yang berkualitas.
Memasuki acara ini yakni pemaparan materi diawali oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati yang membawakan topik “Upaya Orangtua dalam Mencegah Pernikahan Dini”. Endah menjelaskan berbagai dampak negatif pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial-ekonomi. Beliau juga memaparkan bahwa pernikahan dini seringakali berujung pada masalah reproduksi remaja putri, gangguan psikologis akibat tekanan hidup yan belum siap dihadapi, serta keterbatasan akses pendidikan dan peluang ekonomi.
Lebih lanjut, Endah menyoroti bagaimana prinsip-prinsip agama yang menganjurkan kematangan dan kesiapan dalam berumah tangga. Endah menjelaskan bahwa dalam ajaran agama, pernikahan bukan hanya ikatan spiritual yang membutuhan kesiapan mental, emonsional, dan pengetahuan yang cukup. Beliau menegaskan bahwa tujuan pernikahan dalam agama adalah membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah yang mana tersebut sulit tercapai jika pasangan belum matang secara usia dan pemahaman.
“Pendidikan adalah investasi terbaik bagi anak-anak kita. Dengan pendidikan yang cukup, mereka akan memiliki pilihan yang lebih baik dan terhndar dar risiko pernikahan dini. Dari sisi agamapun kesiapan mental dan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah” tegasnya.
Meskipun fokus utama rakor adalah pencegahan pernikahan dini, acara ini juga menyelipkan edukasi penting mengeani kesehatan ibu hamil. Yoga Mawarni, Bidan Desa dari Puskesmas 2 Rakit, memberikan penjelasan mendalam mengenai “10 T pada Hamil”. Materi ini mencakup berbagai pemeriksaan dan persiapan penting yang harus dilakukan hamil selama masa kehamilan, mulai dari timbang berat badan, tekanan darah, hingga pemberian tablet tambah darah. “Sepuluh T ini adalah panduan penting agar hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janin dengan optimal hingga persalinan,” terangnya.
Kehadiran mahasiswa KKN UNSOED dalam Rakor ini juga menambah semangat kolaborasi. Diharapkan, sinergi antara TP PKK, Puskesmas, dan akademisi ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan edukasi di Desa Badamita, demi terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (ars/azd)







