Sosialisasi Pendidikan Keluarga Tingkatkan Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak di Twelagiri

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di Aula Sayangan Twelagiri, kegiatan Sosialisasi Pendidikan Keluarga dan Peningkatan Kapasitas Orang Tua sukses diselenggarakan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK, anggota TP PKK, para orang tua, serta anak-anak usia sekolah yang berasal dari wilayah Desa Twelagiri dan sekitarnya. (30/7)

Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan sambutan dari Kepala Desa Twelagiri, yang menegaskan pentingnya keharmonisan hubungan antara orang tua dan anak dalam membentuk kepribadian yang baik sejak dini. “Hubungan yang harmonis di dalam keluarga akan memberikan efek positif bagi pendidikan anak, terutama dalam membentuk karakter mereka di masa depan,” ujar beliau.

Salah satu narasumber, Penyuluh Agama Islam Syarif Nurhidayah, menekankan pentingnya peran orang tua dalam membekali anak-anak dengan pendidikan agama di era digital ini. Ia juga mengingatkan bahwa orang tua perlu menjadi contoh teladan serta melek terhadap teknologi informasi agar dapat mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial. Dengan membekali anak dengan nilai agama dan etika digital, kita juga bisa membantu menekan angka pernikahan dini, khususnya di Kecamatan Pagedongan,” tambahnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Ibu Wiwit, salah satu orang tua yang hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para Penyuluh Agama Islam yang telah memberikan materi yang sangat relevan dan bermanfaat. “Materinya sangat membuka wawasan kami sebagai orang tua. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, Lusiana, siswi kelas 9 SMP, juga memberikan testimoni yang menyentuh. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini memberinya pemahaman lebih baik tentang pentingnya komunikasi antara pelajar dengan orang tua maupun guru. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para pelajar untuk memperbaiki komunikasi dan hubungan dengan orang tua di rumah,” tuturnya.

Dengan semangat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat pendidikan karakter dan mempererat ikatan keluarga demi menciptakan generasi muda yang berkualitas. (sn/azd)

Skip to content