Gedor Mental-Spiritual KPM PKH Desa Babadan, KUA Pagentan Ubah Keterbatasan Jadi Berkah

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas mental-spiritual sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di ranah akar rumput, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, Alfiana Nurhidayah, menggelar kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada  Rabu (3/7/26).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dilaksanakan di kediaman Ponikah, salah satu peserta PKH yang terletak di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan. Mengusung tema “Membangun Keluarga Sakinah di Tengah Keterbatasan: Menjemput Berkah dengan Syukur dan Sabar”, penyuluhan ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu anggota PKH setempat.

Kehadiran tim penyuluh semakin lengkap dengan kehadiran Pendamping PKH Desa Babadan, Noviatun Salamah, yang turut memantau dan memberikan dukungan penuh terhadap sinergi program pemberdayaan ekonomi dan mental spiritual ini.

Menanamkan Nilai Syukur dan Kemandirian

Dalam pemaparan materinya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk menciptakan keluarga yang harmonis, damai, dan penuh berkah (Sakinah, Mawaddah, Warahmah). Menurutnya, fondasi utama dari kebahagiaan sebuah keluarga dimulai dari hati yang lapang, yang senantiasa dihiasi oleh sifat syukur dan sabar.

“Bantuan sosial seperti PKH ini adalah wasilah atau perantara rezeki dari Allah melalui pemerintah. Namun, keberkahan yang sesungguhnya di dalam rumah tangga lahir dari bagaimana kita mengelola hati. Ketika kita bersyukur, yang sedikit akan terasa cukup. Ketika kita sabar, ujian seberat apa pun dalam mendidik anak dan mengurus rumah tangga akan terasa ringan,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Alfiana juga memberikan tips praktis mengenai komunikasi fungsional antara suami dan istri, serta pentingnya memberikan pendidikan karakter berbasis agama kepada anak-anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh dan mandiri.

Sinergi Program untuk Kesejahteraan Menyeluruh

Sementara itu, Pendamping PKH Desa Babadan, Noviatun Salamah, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh KUA Pagentan melalui penyuluh agamanya. Ia menilai, sentuhan rohani seperti ini sangat dibutuhkan oleh warga dampingannya agar tidak hanya mandiri secara finansial di masa depan, tetapi juga kuat secara mental.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Alfiana dari KUA Pagentan. Sinergi ini luar biasa. Tugas kami sebagai pendamping PKH adalah mengawal bantuan dan mendorong kemandirian ekonomi warga. Namun, penguatan mental dan spiritual seperti yang disampaikan hari ini adalah motor penggerak utama agar ibu-ibu di sini tetap optimistis dan tidak mudah putus asa,” ungkap Noviatun Salamah.

Tuan rumah kegiatan, Ponikah, mengaku sangat bersyukur rumahnya terpilih sebagai tempat berkumpulnya warga. Ia merasa materi yang disampaikan sangat menyentuh kehidupan sehari-hari mereka sebagai ibu rumah tangga.

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Alfiana Nurhidayah, memohon keberkahan, kesehatan, serta kelancaran rezeki bagi seluruh warga Desa Babadan.

(an/azd)

Skip to content