Gerobak Amanah di Mandiraja: Kisah Syarif dan Peran KUA dalam Menjaga Asa Anak Yatim Penerima Manfaat BAZNAS

Banjarnegara (Humas) — Langkah kaki Syarif, seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Mandiraja, tidak langsung menuju rumah untuk beristirahat saat bel pulang sekolah berbunyi. Alih-alih bermain bersama teman sebaya, remaja tangguh ini bergegas menyiapkan gerobak cilok peninggalan almarhum ayahnya, Hardiyanto. (20/4/2026)

Kisah Syarif merupakan potret perjuangan seorang anak yang harus mendewasa sebelum waktunya. Ayahnya, Hardiyanto, adalah penerima manfaat bantuan modal usaha dari BAZNAS Jawa Tengah. Namun, sebelum sempat menikmati hasil dari bantuan tersebut, Hardiyanto berpulang ke hadapan Sang Khalik. Ia ditemukan wafat setelah menunaikan bakti sosial membersihkan musala di lingkungannya.

Demi memastikan bantuan dari muzakki tersebut tetap produktif dan tidak sia-sia, Syarif mengambil keputusan besar. Setiap hari, setelah pulang sekolah, ia menggantikan posisi ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Dengan masih mengenakan semangat yang sama seperti saat di bangku kelas, ia mendorong gerobak cilok berkeliling menjajakan dagangannya.

“Saya ingin meneruskan apa yang sudah dimulai Ayah. Bantuan ini adalah amanah, dan saya tidak ingin putus sekolah hanya karena harus bekerja,” ujar Syarif saat ditemui di sela kegiatannya.

Kondisi Syarif terus dipantau oleh Feti Sulistiyani, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agam (KUA) Kecamatan Mandiraja. Feti berperan sebagai pendamping yang memberikan motivasi agar Syarif tidak kehilangan semangat belajar di tengah kesibukan mencari nafkah.

“Syarif adalah anak yang luar biasa. Sepulang sekolah, ia langsung berjualan. Kami dari jajaran Penyuluh Agama terus berupaya memberikan penguatan mental agar ia tetap fokus pada pendidikan meski memiliki beban ekonomi yang berat,” jelas Feti.

Sinergi antara BAZNAS Jawa Tengah dan Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja memastikan bahwa bantuan yang awalnya diberikan kepada almarhum Hardiyanto kini tetap berjalan di tangan putranya. Kisah ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya keteguhan hati dan bakti seorang anak.

Skip to content