Posyandu Lebih Bermakna, Edukasi Spiritual Bangun Keluarga Penuh Cinta oleh Penyuluh Purwanegara

Banjarnegara (Humas) — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Gedung PKD Desa Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, pada Senin (20/4/2026). Dalam rangkaian kegiatan Posyandu ILP Krida Lestari 2, para ibu lansia dan ibu balita tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga siraman rohani melalui penyuluhan agama yang disampaikan oleh Retno Purnawati.

Kegiatan yang diikuti sekitar 40 peserta ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi ibu lansia serta pemantauan tumbuh kembang anak bagi ibu balita. Setelah itu, para peserta berkumpul untuk mengikuti sesi penyuluhan agama yang berlangsung dengan penuh perhatian dan antusias.

Dalam kesempatan tersebut, Retno Purnawati mengangkat tema “Peran Ibu dalam Membangun Suasana Tenang, Penuh Cinta, dan Keberkahan dalam Keluarga.” Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki peran sentral dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, Retno menjelaskan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ia menekankan bahwa suasana rumah yang tenang tidak tercipta dari kemewahan, melainkan dari sikap sabar, komunikasi yang baik, serta keikhlasan dalam menjalani peran sebagai istri dan ibu.

“Rumah yang penuh cinta itu bukan yang tanpa masalah, tetapi yang mampu menghadapi masalah dengan hati yang tenang dan saling menguatkan,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Ia juga mengajak para ibu untuk senantiasa menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membiasakan doa bersama, menjaga tutur kata, hingga menanamkan akhlak mulia kepada anak sejak dini. Menurutnya, keberkahan dalam keluarga akan hadir jika setiap anggota keluarga saling menghormati dan menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu menyimak dengan serius, bahkan beberapa di antaranya aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengelola emosi dalam keluarga, mendidik anak di era modern, hingga menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah kesibukan sehari-hari.

Diskusi interaktif pun membuat suasana semakin hidup. Retno dengan sabar menjawab setiap pertanyaan, memberikan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Salah satu peserta mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. Ia merasa mendapatkan tambahan ilmu yang sangat bermanfaat, tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk keluarganya.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pelayanan kesehatan dan pembinaan keagamaan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para ibu, baik lansia maupun ibu balita, semakin termotivasi untuk menjadi pilar keluarga yang mampu menciptakan suasana rumah tangga yang tenang, penuh cinta, dan diliputi keberkahan. 

(rp/azd)

Skip to content