Guru IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara Ikuti Hari Keempat PKB MGMP IPA, Fokus Susun Modul Ajar KBC Berbasis Ekoteologi

Banjarnegara — Guru IPA MTs Negeri 1 Banjarnegara, Novia Fajriati Alqomar, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru IPA MTs Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh MGMP IPA MTs Kabupaten Banjarnegara. Pada hari keempat pelaksanaan kegiatan, Rabu (31/12), para peserta difokuskan pada penyusunan struktur modul ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berbasis ekoteologi.

Kegiatan PKB yang berlangsung sejak Minggu (28/12) hingga Rabu (31/12) ini dilaksanakan di Aula PGRI Banjarnegara dan diikuti oleh puluhan guru IPA MTs dari berbagai madrasah negeri maupun swasta se-Kabupaten Banjarnegara. Program ini merupakan bagian dari dukungan peningkatan kompetensi guru melalui Program Bantuan Kelompok Kerja Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Tahun 2025.

Pada hari keempat, sesi pendampingan masih menghadirkan widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, H. Junaedi. Dalam paparannya, H. Junaedi menekankan pentingnya pengembangan modul ajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan kesadaran spiritual melalui pendekatan ekoteologi.

“Modul ajar KBC berbasis ekoteologi diharapkan mampu mengintegrasikan sains dengan nilai keimanan dan kepedulian terhadap alam. Guru perlu merancang tujuan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik,” ujar H. Junaedi. Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran IPA memiliki posisi strategis dalam membangun karakter peserta didik yang berwawasan lingkungan dan beretika.

Dalam kegiatan tersebut, peserta bekerja secara berkelompok untuk menyusun struktur modul ajar, dilanjutkan dengan penulisan draf unit modul. Guru-guru berlatih merumuskan tujuan pembelajaran, merancang aktivitas kontekstual seperti kegiatan refleksi, proyek, hingga outing class berbasis lingkungan, serta menyiapkan asesmen autentik yang menilai aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara terpadu.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya atas keikutsertaan guru-guru madrasah dalam kegiatan PKB tersebut. Menurutnya, kegiatan MGMP menjadi ruang strategis bagi guru untuk meningkatkan kualitas profesionalisme dan memperkuat implementasi kurikulum di madrasah.

“Kami sangat mendukung keikutsertaan Ibu Novia dalam PKB MGMP IPA ini. Kegiatan semacam ini sangat penting untuk memperkaya wawasan guru, khususnya dalam mengembangkan modul ajar yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta dan nilai-nilai keislaman,” ungkap H. Yatiman. Ia berharap hasil PKB dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di kelas.

Senada dengan itu, Wakil Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menilai bahwa penguatan kompetensi guru melalui PKB akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran.

“Penyusunan modul ajar berbasis ekoteologi ini sejalan dengan arah pengembangan kurikulum madrasah. Guru tidak hanya mengajarkan konsep IPA, tetapi juga menanamkan nilai cinta, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, Novia Fajriati Alqomar mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti kegiatan PKB MGMP IPA. Ia menilai sesi penyusunan modul ajar KBC berbasis ekoteologi sangat relevan dengan tantangan pembelajaran IPA saat ini.

“Melalui kegiatan ini, kami dilatih menyusun modul ajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Pendekatan ekoteologi membantu kami mengaitkan materi IPA dengan nilai spiritual dan kepedulian lingkungan, sehingga pembelajaran menjadi lebih utuh,” jelas Novia. Ia juga berharap modul yang disusun dapat diterapkan di kelas dan dikembangkan lebih lanjut bersama MGMP.

Kegiatan hari keempat PKB ditutup dengan presentasi hasil kerja kelompok, umpan balik dari narasumber, serta penyusunan rencana tindak lanjut. Rencana tersebut diharapkan mampu mendorong implementasi modul ajar KBC berbasis ekoteologi secara berkelanjutan di madrasah dan menjadi bagian dari pengembangan profesional guru IPA MTs di Kabupaten Banjarnegara. (Lin)

Skip to content