Banjarnegara – Sebagai bentuk kesiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Madrasah tingkat Kabupaten Banjarnegara yang akan digelar pada bulan September 2026, guru MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), Ibnu, mengikuti kegiatan Technical Meeting (TM) yang diselenggarakan oleh panitia kabupaten.(30/7)
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Dalam pertemuan tersebut, panitia menyampaikan berbagai ketentuan teknis pelaksanaan PORSENI, mulai dari cabang olahraga dan seni yang diperlombakan, persyaratan peserta, mekanisme pendaftaran, sistem pertandingan, hingga jadwal pelaksanaan kegiatan.
Technical Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi seluruh peserta sehingga pelaksanaan PORSENI nantinya dapat berlangsung tertib, sportif, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan ini, setiap madrasah diharapkan dapat mempersiapkan kontingen secara lebih matang, baik dari aspek administrasi maupun pembinaan peserta.
Dalam arahannya, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Banjarnegara mengimbau seluruh peserta Technical Meeting agar mencatat setiap hasil pembahasan secara lengkap. Hasil TM tersebut selanjutnya diminta untuk segera disosialisasikan kepada seluruh madrasah di masing-masing kecamatan pada pertemuan KKMI. Langkah ini dilakukan agar seluruh informasi teknis dapat dipahami secara seragam dan tidak terjadi perbedaan penafsiran saat pelaksanaan PORSENI.
Kepala MI Al Fatah Parakancanggah, Durotun Nafisah, menyampaikan bahwa keikutsertaan guru dalam Technical Meeting merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk memberikan pendampingan terbaik kepada para peserta didik yang akan mewakili MIFABARA di ajang PORSENI.
“Technical Meeting menjadi bekal penting dalam mempersiapkan kontingen MIFABARA. Dengan memahami seluruh ketentuan sejak awal, kami optimis dapat melakukan pembinaan secara maksimal sehingga peserta mampu tampil percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengukir prestasi yang membanggakan madrasah,” ungkapnya.
Melalui koordinasi yang baik antara panitia, KKMI, dan seluruh madrasah, MIFABARA optimis dapat mempersiapkan atlet dan peserta seni secara optimal. Ajang PORSENI diharapkan tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah antarmadrasah, menumbuhkan karakter sportif, serta melahirkan generasi madrasah yang berprestasi, berakhlak mulia, dan siap bersaing di berbagai bidang.(nas)







