Hadiri Majelis Taklim Al Barokah, Penyuluh; Jaga Tali Kekeluargaan

Banjarnegara – Penyuluh Agama Islam pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Karangkobar, menghadiri pengajian Majelis Taklim di Al-Barokah. Adapun pengajian majelis taklim ini bertempat di rumah ibu Kinah Dusun Gintung RT 05 RW 03 Desa Sampang kecamatan karangkobar. (10/06).

Turut hadir dalam pengajian majelis taklim ini Duwi Rohmah penyuluh fungsional, H. Purwoto dan Suwiknyo Penyuluh Non PNS KUA kecamatan Karangkobar, serta dihadiri jamaah majelis taklim sekitar 20 orang.

Sebagaimana misi dari Kementerian Agama, yaitu meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama kepada masyarakat Indonesia. Sehingga, kondisi desa yang terletak di pegunungan, sinyal komunikasi masih agak sulit, jalan yang sempit dan sebagian juga rusak tidak menghalangi niat para Penyuluh Agama Islam yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. 

Penyuluhan di Dusun Gintung, Desa Sampang ini sangat berkesan dan beda dari yang biasanya. Karena biasanya penyuluhan pada Majelis Taklim dilaksanakan di masjid atau mushola, kali ini penyuluhan dilaksanakan di rumah yang sangat sederhana. Rumah salah satu jamaah majelis taklim yang jauh dari kata mewah.

Penyuluh Islam Non PNS KUA Kecamatan Karangkobar, Suwiknyo dalam sambutannya menyampaikan keutamaan menghadiri majelis ilmu. “Menghadiri majelis ilmu mendapatkan  beberapa keuntungan, keutamaan Pertama tempat pengajian itu penuh berkah. Keutamaan berikutnya, menghadiri majelis ilmu itu dapat menyambung tali kekeluargaan/ tali silaturohim. Semoga dengan majlis taklim seperti ini bisa bareng-bareng memupuk iman dan taqwa kita,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, H. Purwoto selaku Penyuluh menyampaikan tentang syukur Nikmat. “Allah membuat nikmat itu 100 persen. Dan nikmat yang Allah berikan kepada kita di dunia ini hanyalah 1 persen dan di bagi oleh seluruh makhluk Allah di darat maupun lautan. Sedang nikmat yang 99 persen itu akan diberikan Allah di akhirat/ surga nanti. Nikmat yang 1 persen di dunia ini hanya sementara. ” terangnya.

Beliau lebih lanjut menyampaikan pesan, jangan sampai kita lalai karena mencari nikmat di dunia hingga lupa cari bekal untuk di akhirat. “Jangan sampai kita hidup di dunia ini hanya fokus untuk mencari nikmat dunia. sudah kita tidak dapat nikmat di dunia (hidupnya nelangsa) dan juga tidak dapat nikmat di akhirat, (ibarat urip rekoso ning dunyo dan cilaka di akhirat). Marilah kita pada semangat mencari nikmat yang 1 persen didunia ini untuk bekal menggapai yang 99 pesen di akhirat. Karena kebahagiaan itu ada di hati, banyak syukur dengan apa yang kita dapat,” ajaknya. 

Pengajian ini di tutup dengan tanya jawab, salah satu jamaah menyampaikan pertanyaan tentang cara tayamum. Kemudian di jawab dan diparktikan tata cara tayamum.(dr/ak)