Hadirkan Wali, Bimbingan Pernikahan Catin Kebanaran di KUA Mandiraja Serukan Semangat Kartini

Banjarnegara (Humas) – Bertempat di ruang bimbingan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, suasana peringatan Hari Kartini terasa lebih bermakna. Pasangan calon pengantin (catin) Bayu Prasetyo dan Arum Fitriyani dari Desa Kebanaran menjalani sesi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dihadiri langsung oleh wali calon pengantin. (21/4/2026)

Bimbingan yang dipandu oleh Penghulu KUA Mandiraja, Prayogi Dwi Apriyanto, ini sengaja menghadirkan wali untuk menyelaraskan pemahaman antara calon pasangan dan keluarga besar mengenai visi keluarga sakinah yang modern namun tetap religius.

Restu Wali dan Kesetaraan dalam Rumah Tangga

Kehadiran wali dalam sesi ini menjadi simbol dukungan keluarga terhadap kemandirian pasangan. Prayogi Dwi Apriyanto dalam arahannya menekankan bahwa restu dan bimbingan orang tua adalah modal awal, namun kemandirian suami-istri adalah kunci keberlanjutan rumah tangga.

“Pernikahan itu ibarat mengayuh sampan di tengah samudra; ia membutuhkan dua pendayung yang selaras kekuatannya. Di momentum Hari Kartini ini, saya berpesan kepada Saudara Bayu agar menjadi suami yang suportif, dan kepada Saudari Arum agar menjadi sosok yang cerdas serta berdaya. Jangan biarkan potensi istri mati setelah menikah, justru pernikahan harus menjadi ruang bagi keduanya untuk tumbuh bersama,” tegas Prayogi di hadapan pasangan catin dan para wali.

Pesan untuk Wali: Dukung Emansipasi dalam Keluarga

Kepada para wali yang hadir, Prayogi memberikan pesan khusus agar memberikan kepercayaan kepada pasangan muda ini untuk membina rumah tangganya sendiri. Ia mengaitkan hal ini dengan semangat Kartini yang ingin membebaskan perempuan dari keterbelakangan melalui dukungan lingkungan terdekat.

“Kehadiran Bapak-Bapak selaku wali di sini adalah bentuk komitmen untuk menjaga martabat keluarga. Kita ingin mewujudkan keluarga yang tidak hanya sah di mata hukum, tapi juga tangguh secara sosial. Kemandirian keluarga dimulai dari keterbukaan. Jangan ada ‘gelap’ dalam komunikasi agar ‘terang’ dalam solusi dapat selalu dicapai, sebagaimana semangat Habis Gelap Terbitlah Terang,” tambahnya.

Ikhtiar Mewujudkan Keluarga Tangguh

Layanan bimbingan yang menghadirkan wali ini merupakan inovasi KUA Mandiraja untuk meminimalisir intervensi negatif dalam rumah tangga serta memastikan transfer nilai-nilai luhur dari orang tua ke anak berjalan dengan baik.

Pasangan Bayu Prasetyo dan Arum Fitriyani beserta para wali menyampaikan apresiasi atas bimbingan yang komprehensif ini. Dengan bimbingan dari Bapak Prayogi Dwi Apriyanto, mereka berkomitmen untuk membangun rumah tangga di Desa Kebanaran yang harmonis, menjunjung tinggi nilai kesetaraan, dan tetap berpijak pada tuntunan syariat Islam.

Skip to content