Banjarnegara – Hujan yang mengguyur lingkungan MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) sejak pagi tidak menyurutkan semangat siswa-siswi dalam menjalankan pembiasaan ibadah harian. Jika biasanya sholat dhuha dilaksanakan bersama di halaman madrasah, hari ini seluruh siswa menjalankannya di kelas masing-masing karena kondisi halaman yang basah dan tidak memungkinkan digunakan.(21/11)
Meski lokasi berpindah, kekhusyukan ibadah tetap terjaga. Para wali kelas mengambil peran sebagai imam dan pembimbing jalannya sholat dhuha, sebagian kelas lainnya imam diamnil peran oleh salah satu siswa dikarenakan wali kelasnya Muslimah, sehingga wali kelaspun menjadi makmumnya. Mereka mengatur shaf dengan rapi, memastikan anak-anak menjaga ketertiban, dan menciptakan suasana yang tetap tenang dan nyaman untuk beribadah. Kegiatan doa bersama setelah sholat juga dipandu oleh wali kelas agar seluruh siswa tetap merasakan nuansa kebersamaan yang sama seperti saat dilaksanakan di luar ruangan.
Kepala MIFABARA, Durotun Nafisah, menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan semangat seluruh warga madrasah yang tetap menjaga rutinitas ibadah meskipun kondisi cuaca tidak mendukung.
“Hujan bukanlah alasan untuk berhenti beribadah. Justru ini menjadi momen bagi anak-anak untuk belajar bahwa ibadah dapat dilaksanakan di mana saja asalkan dilakukan dengan niat yang tulus. Kami bangga melihat mereka tetap antusias dan khusyuk,” ujarnya.
Salah satu wali kelas tiga, Arif menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus melatih siswa untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah.
“Anak-anak tetap semangat, bahkan terlihat lebih kompak karena melaksanakan ibadah di ruang kelas. Suasananya lebih hangat, tetapi tetap tertib dan penuh penghormatan,” ungkapnya.
Beberapa siswa juga mengaku senang dapat melaksanakan sholat dhuha bersama teman-temannya meski tanpa di lapangan. Mereka merasa kegiatan ini membuat hati lebih tenang dan membantu mempersiapkan diri sebelum pembelajaran dimulai.
Pelaksanaan sholat dhuha di kelas menunjukkan komitmen MIFABARA dalam menanamkan karakter religius dan disiplin kepada para peserta didik. Dengan pembiasaan yang terus dijaga dalam kondisi apa pun, madrasah berharap nilai spiritual dan kedekatan siswa dengan ibadah semakin mengakar dan menjadi bagian dari keseharian mereka.(nas)







