Tutor Sebaya Sukses Tuntaskan Materi Hukum Bacaan Rā’ di Kelas 6E MIFABARA

Banjarnegara – Kegiatan belajar mengajar di kelas 6E MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) pada hari Jumat, 21/11 terlihat dinamis dan interaktif. Guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Mahmudah, berhasil menerapkan metode Tutor Sebaya (Peer Teaching) untuk memastikan semua siswa menguasai materi Hukum Bacaan Rā’ (Tafkhim, Tarqiq dan Jawazul wajhain). Metode ini dinilai sangat efektif, terutama untuk materi tajwid yang membutuhkan pemahaman dan praktik yang cermat. Dengan tutor sebaya, siswa yang telah menguasai materi membantu rekan-rekan mereka yang masih kesulitan.

Mahmudah memilih tiga siswi berprestasi, Alka, Sasi dan Zahra, untuk menjadi tutor. Ketiganya tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan materi yang cukup detail ini kepada teman-teman sekelasnya.

 Alka bertugas menjelaskan secara rinci kapan huruf Rā’ dibaca tebal (Tafkhim), termasuk ketika berharakat fathah, dhammah, atau didahului oleh hamzah washal.

Sementara itu, Zahra fokus pada hukum bacaan tipis (Tarqiq), menjelaskan kondisi ketika Rā’ berharakat kasrah atau sukun yang didahului kasrah asli. Sedangkan Sasi fokus pada hukum bacaan jawazul wajhain, menjelaskan kapan sebuah lafadz termasuk hukum bacaan jawazul wajhain.

“Alka, Sasi dan Zahra menjelaskan dengan bahasa yang mudah kami pahami. Kalau bertanya kepada Guru terkadang sungkan, tapi kalau ke teman sendiri jadi lebih santai dan berani mengulang pertanyaan sampai paham,” ujar Faza salah satu siswa kelas 6E.

Mahmudah menyatakan bahwa penerapan tutor sebaya ini berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. “Dengan Peer Teaching, siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi mereka juga bisa belajar dari teman sebayanya dengan cara atau gaya mengajar dengan gayanya anak-anak, secara otomatis menguatkan pemahaman mereka sendiri. Alka, Sasi dan Zahra menjadi lebih mahir, dan teman-teman mereka yang sebelumnya ragu dalam mengidentifikasi hukum bacaan Rā’ sekarang menjadi percaya diri,” jelas Mahmudah.

Di akhir sesi, setiap siswa diminta mengambil contoh ayat Al-Qur’an secara acak dan mengidentifikasi setidaknya lima contoh hukum bacaan Rā’. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam akurasi pemahaman dan praktik membaca mereka.

Inovasi ini membuktikan bahwa kolaborasi antar siswa adalah kunci efektif untuk menuntaskan materi pembelajaran, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemampuan kepemimpinan pada diri siswa. (mc/nas)

Skip to content