Banjarnegara- Kehebohan terjadi pada saat pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI IPS 2 MAN 2 Banjarnegara. Kehebohan itu terjadi pada saat guru mata Pelajaran menggunakan media pembelajaran dan penilaian dengan TikASo (Tik tok, Angket, Sosiometri). Penggunaan keduanya dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan penilaian motivasi pada materi Teks Eksplanasi di akhir pembelajaran (27/9).
Sutiyani, selaku guru mata pelajaran memberikan informasi bahwa pembelajaran materi Teks Eksplanasi hari ini menggunakan media tik tok dan secara kelompok. Selanjutnya, Yani pun membagi kelas menjadi 12 kelompok. Pembagian kelompok tersebut berdasarkan olah raga yang digeluti dan ekstrakurikuler yang diikuti.
Kelas XI IPS 2 adalah kelas yang dihuni 36 peserta didik, yang di dalamnya ada prestasi olah raga voli, panahan, atletik, badminton, futsal, pasus, pramuka, padus, tari, dan PMR.
Kehebohan pun terjadi Ketika Yani share 9 link tik-tok yang akan digunakan sebagai media pembelajaran di grup WhatsApp kelas. “Silahkan buka link tersebut lalu cermati isi materi yang ada di dalamnya,” ungkapnya.
Setelah membuka semua link tersebut Aga sebagai ketua kelas pun berucap. “Senang dan bangga kalau pembelajaran menggunakan media seperti ini apalagi kelas kita anak yang sibuk dengan capaian prestasi, jadi kita dapat belajar dimana pun tempat”. “Saya juga merasa bangga apalagi media tersebut dibuat oleh guru kita sendiri,” ucapnya.
Kehebohan lagi pun terjadi ketika jelang akhir pembelajaran. Yani membagikan 2 angket untuk mengukur motivasi pembelajaran materi ini. Angket pertama berisi 23 pernyataan untuk mengukur motivasi tiap peserta didik. Awalia, rangking 1 di kelas ini mengungkapkan yang selanjutnya dikuti kata pembenaran dan tepuk tangan seluruh peserta didik. “Ternyata sangat sulit menilai diri sendiri, memang paling mudah itu menilai orang lain,” ungkapnya.
Kehebohan pun terjadi lagi ketika pengisian angket yang kedua. Angket ini memilih satu teman yang paling tinggi mempunyai orientasi keberhasilan, antisipasi kegagalan, inovatif , dan tanggung jawab. Faila, yang aktif di Ekstra Pasus dan menjadi Paskibra pada upacara HUT RI kemarin pun mengungkapkan kesulitan menulis nama teman kelompoknya yang kemudian diikuti gelak tawa seluruh peserta didik .”Ternyata sulit menulis satu nama teman satu kelompok di antara teman lainnya dan tidak boleh menulis namanya sendiri,” ungkapnya.
Ridlo, Selaku kepala madrasah yang dihubungi melalui WhatsApp pun mengungkapkan terkait penggunaan media dan alat penilaian tersebut. ”Guru kreatif, dapat menggunakan tik tok sebagai media pembelajaran dan lengkap alat ukur yang digunakan untuk menilai motivasi peserta didik,” ungkap Beliau.(Sty)

