Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru, Hj. Kun Hidayati selaku salah satu tim penilai Pengembang Keprofesian Berkelanjutan (PKB) MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran terhadap guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Pono Suhayitno. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (28/10) di ruang kelas 8I.
Supervisi yang dilaksanakan secara langsung di dalam kelas ini menjadi bagian dari agenda rutin madrasah dalam memastikan mutu proses belajar mengajar di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Pada kesempatan tersebut, Hj. Kun Hidayati hadir sejak awal pembelajaran untuk melakukan observasi terhadap perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian pembelajaran.
Kegiatan berlangsung dalam suasana yang kondusif. Tampak siswa kelas 8I mengikuti pelajaran dengan penuh semangat, memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, serta aktif menjawab pertanyaan yang diberikan. Guru SKI Pono Suhayitno tampak menggunakan metode tanya jawab serta diskusi kelompok dalam menjelaskan materi tentang perkembangan Islam di masa Bani Abbasiyah. Di papan tulis tertulis beberapa poin penting yang menjadi bahan diskusi siswa, sementara guru memberikan penekanan pada nilai-nilai moral dan keteladanan yang bisa diambil dari tokoh-tokoh sejarah Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Kun Hidayati menyampaikan bahwa supervisi bukan hanya kegiatan penilaian, tetapi juga sarana pembinaan dan pendampingan bagi guru agar terus berkembang secara profesional.
“Supervisi pembelajaran ini bertujuan membantu guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik mengajarnya. Saya melihat Bapak Pono sudah mampu mengelola kelas dengan baik dan menciptakan suasana belajar yang aktif. Namun, tentu masih ada beberapa hal yang bisa kita kembangkan bersama, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi serta penguatan evaluasi berbasis proyek,” ungkap Hj. Kun Hidayati setelah kegiatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di madrasah tidak semata-mata menilai kinerja guru, melainkan memastikan setiap guru mendapatkan bimbingan agar pembelajaran semakin menarik, relevan, dan berorientasi pada karakter siswa.
“Guru harus selalu belajar, karena hakikat pendidikan adalah proses yang hidup. Supervisi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan ruang bersama untuk tumbuh dan memperbaiki diri,” tambahnya.
Guru SKI, Pono Suhayitno, menyambut baik kegiatan supervisi tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak masukan berharga untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
“Saya sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan Ibu Kun Hidayati. Beliau memberikan masukan yang konstruktif terutama dalam hal variasi metode pembelajaran. Saya berencana untuk mencoba pendekatan berbasis proyek agar siswa lebih aktif menelusuri sejarah Islam secara mandiri,” ujar Pono Suhayitno.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran SKI bukan hanya tentang menghafal sejarah, tetapi bagaimana siswa dapat meneladani nilai-nilai luhur Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, kepada tim warta Madtsansa memberikan apresiasi kepada guru yang telah melaksanakan pembelajaran dengan baik serta kepada tim PKB yang konsisten melakukan pendampingan.
“Kami sangat mendukung kegiatan supervisi ini karena menjadi salah satu upaya konkret untuk menjaga mutu pembelajaran di madrasah. Guru-guru perlu didampingi agar terus berinovasi dan tidak stagnan. Kami juga mendorong agar hasil supervisi ini ditindaklanjuti dengan program peningkatan kompetensi di forum MGMP internal madrasah,” jelas Hj. Yuniyati.
Selain observasi pembelajaran, kegiatan supervisi juga diakhiri dengan sesi umpan balik antara Hj. Kun Hidayati dan guru yang disupervisi. Dalam sesi tersebut, dibahas beberapa hal penting, seperti penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang lebih kontekstual, penguatan karakter religius siswa dalam setiap pertemuan, serta integrasi nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin dalam materi SKI.
Kegiatan supervisi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berjalan lancar dan penuh kehangatan. Suasana kelas tampak hidup dengan partisipasi aktif siswa. Di akhir kegiatan, Hj. Kun Hidayati menyampaikan apresiasi atas kerja keras guru dan semangat belajar siswa kelas 8I.
Dengan adanya kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat terus menjaga komitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif, profesional, dan berkarakter. Supervisi pembelajaran menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, dengan kolaborasi antara guru, tim PKB, dan pihak manajemen madrasah. (Lin/La)







