Penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MTs Negeri 1 Banjarnegara, Upaya Serius Siapkan Siswa Kelas 9 Hadapi Asesmen Nasional

Banjarnegara (Humas) – Program Penguatan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh siswa kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara telah berlangsung hampir dua bulan dan menunjukkan progres positif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu di kelas masing-masing sesuai jadwal yang telah ditetapkan madrasah.

Kegiatan penguatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 047/H/AN/2025 tentang Kerangka Asesmen Tes Kemampuan Akademik jenjang SD/MI dan SMP/MTs, yang menetapkan dua mata uji utama yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta menyiapkan peserta didik menghadapi asesmen terstandar nasional.

“Tes Kemampuan Akademik tidak hanya mengukur kemampuan siswa dalam dua bidang studi, tetapi juga melatih berpikir logis, bernalar, dan memecahkan masalah. Karena itu, madrasah berupaya serius melalui kegiatan penguatan rutin ini,” jelas H. Yatiman pada Rabu (29/10).

Beliau menambahkan bahwa penguatan TKA juga sejalan dengan semangat kurikulum merdeka yang mendorong pembelajaran bermakna dan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).

Sementara itu, Hj. Yuniyati, selaku Wakil Kepala Urusan Kurikulum sekaligus koordinator pelaksanaan TKA, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah berjalan efektif sejak awal September.

“Setiap pekan siswa mendapatkan pembinaan empat kali. Guru pembimbing mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia sudah kami bagi sesuai rombongan belajar. Dengan jadwal yang teratur dan pengawasan langsung di kelas, kami bisa memantau perkembangan kemampuan siswa secara menyeluruh,” terang Yuniyati.

Lebih lanjut, Yuniyati menyebutkan bahwa kegiatan penguatan dilakukan dengan variasi metode, mulai dari latihan soal berbasis higher order thinking, simulasi ujian, hingga pembahasan bersama agar siswa memahami strategi menjawab soal dengan benar.

Salah satu guru pembimbing mata pelajaran Matematika, Dwi Lina Rahmawati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan penguatan TKA tidak hanya fokus pada kemampuan berhitung, tetapi juga pada kemampuan analisis.

“Soal-soal TKA tidak sederhana. Siswa harus memahami konteks dan menalar langkah-langkah penyelesaian. Karena itu, kami menekankan pada pemahaman konsep dan latihan berpikir kritis, bukan sekadar menghafal rumus,” jelasnya.

Dwi Lina juga menambahkan bahwa semangat siswa mengikuti program ini cukup tinggi.

“Setiap pertemuan, anak-anak semakin terbiasa dengan pola soal yang menantang dan mulai menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir logis,” ujarnya.

Dari sisi peserta didik, antusiasme serupa juga disampaikan oleh Haura, siswi kelas 9C.

“Awalnya terasa sulit karena soal-soalnya berbeda dengan latihan biasa. Tapi sekarang mulai terbiasa, apalagi setelah dibimbing guru. Latihannya seru karena sering ada diskusi bareng teman-teman,” kata Haura sambil tersenyum.

Senada dengan itu, Adel, siswi kelas 9D, menilai kegiatan penguatan TKA membuat dirinya lebih siap menghadapi ujian mendatang.

“Kami jadi tahu cara menjawab soal yang menuntut penalaran dan logika. Guru juga memberi motivasi supaya tidak takut dengan ujian. Jadi meski capek, kami merasa ini bermanfaat banget,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari kepala madrasah, tim kurikulum, serta guru pembimbing, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap program ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga siap bersaing di jenjang pendidikan berikutnya.

“Harapan kami, melalui penguatan TKA ini, siswa Madtsansa bisa mencapai hasil maksimal dan membawa nama baik madrasah di tingkat kabupaten maupun nasional,” pungkas H. Yatiman. (Lin/La)

Skip to content