Banjarnegara (Humas) – Cuaca mendung dan hujan deras tidak menjadi penghalang bagi para anggota Majelis Taklim Nurul Hidayah, Dusun Sumberan, Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, untuk mengikuti kegiatan penyuluhan agama yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, Kegiatan berlangsung penuh antusias pada Kamis (20/10/2025) pukul 13.30 WIB di Gedung Serbaguna Dusun Sumberan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan umat oleh Kementerian Agama melalui penyuluhan agama Islam yang berfokus pada penguatan spiritual masyarakat, khususnya kelompok majelis taklim. Tema yang diangkat adalah “Menguatkan Iman di Tengah Ujian Zaman”, sebuah pesan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Selain anggota majelis taklim, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Majelis Taklim Ibu Sidi, yang juga merupakan istri Kepala Desa Metawana. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan perempuan di lingkungannya.
Dalam sambutannya, Ibu Sidi menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kami merasa sangat terbantu dengan materi yang disampaikan oleh Bu Penyuluh. Meski hujan, kami tetap semangat karena ilmu itu penting dan penyampaian beliau sangat menyentuh hati,” ucapnya.
Penyuluh Agama Islam, Alfiana Nurhidayah juga memberikan kesan positif atas antusiasme jamaah. “Saya sangat terharu melihat semangat ibu-ibu meski kondisi hujan. Ini menandakan bahwa cinta pada ilmu dan semangat menuntut ilmu agama masih tinggi di masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan penyuluhan seperti ini menjadi bagian dari pembinaan rohani masyarakat, terutama kaum ibu, sebagai pendidik pertama dalam keluarga. Dengan membekali mereka dengan ilmu agama yang benar, diharapkan dapat membentuk keluarga yang sakinah dan masyarakat yang religius.
Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala di desa-desa wilayah Pagentan, sebagai upaya KUA dalam membumikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
Meskipun diguyur hujan, semangat ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Hidayah menjadi bukti bahwa menuntut ilmu agama tak mengenal cuaca, waktu, maupun rintangan.
(an/ azd)







