Banjarnegara (Humas) – Gerakan Keluarga Maslahat (GKM) merupakan program Kementerian Agama melalui Bimas Islam yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga melalui enam dimensi utama: relasi tanpa kekerasan, pengasuhan yang baik, kesehatan keluarga, pendidikan anak, kesejahteraan ekonomi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Program ini dirancang untuk membangun keluarga yang aman, sehat, mandiri, dan berdaya.
Selain itu, dalam implementasinya, GKM dipadukan dengan Gerakan Keluarga Sakinah yang menyasar pasangan menikah dengan usia pernikahan di atas 10 tahun. Program ini bertujuan membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, berlandaskan ajaran agama, serta memperkuat peran KUA dalam memberikan layanan masyarakat secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pada tahun 2025, KUA Sigaluh menjadi salah satu pelaksana GKM dengan dua titik kegiatan, yakni Desa Bojanegara dan Desa Prigi. Program berlangsung pada awal Oktober dengan penanggung jawab H. Mustadjab untuk titik Bojanegara dan M. Agus Taman untuk titik Prigi. Setiap titik diikuti 50 peserta dengan materi Pembinaan Keluarga Sakinah serta Penguatan Ekonomi dan Sosial Keluarga.
Pada Jumat (21/11/2025), Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap dua titik pelaksanaan program tersebut. Tim dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam, H. Slamet Wahyudi, didampingi Ketua Program GKM Kemenag Banjarnegara, Riva Susanty.
Dalam arahannya, H. Slamet Wahyudi memberikan apresiasi kepada KUA Sigaluh yang telah sukses menggelar program GKM.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran KUA Sigaluh. Kegiatan ini telah berjalan dengan baik. Ke depan saya berharap semakin semangat dalam melaksanakan program-program berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Riva Susanty menegaskan bahwa GKM merupakan program resmi pemerintah yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
“Selain kegiatan reguler, kami mendorong agar KUA juga melaksanakan Program GKM secara mandiri untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Proses monitoring dan evaluasi berjalan lancar. Tim berharap kegiatan ini dapat memastikan pelaksanaan program berjalan maksimal, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
(ks/ azd)







