Ikhlas Terima Ketetapan Allah, Penyuluh KUA Rakit Bersinergi dengan Pendamping PKH Kuatkan Hati KPM PKH Desa Bandingan

Banjarnegara (Humas) – Hidup tidak selalu sesuai harapan. Saat ujian datang, butuh iman dan ilmu agar hati tetap tenang. Itulah yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Endah Widyawati bersinergi dengan Pendamping PKH, Atikah saat memberikan Bimbingan dan Penyuluhan kepada KPM PKH Kelompok 2 Desa Bandingan RT 04 RW 01, Senin (7/9/ 2026).

Kegiatan yang diikuti 17 orang peserta ini mengusung tema “Menyikapi Takdir Allah yang Menurut Manusia Tidak Menyenangkan”. Suasana penyuluhan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di rumah warga.

Dalam materinya, Endah Widyawati mengajak para KPM untuk memahami bahwa semua yang terjadi adalah ketetapan Allah. “Ada takdir yang manis, ada yang pahit. Yang manis kita syukuri. Yang pahit kita sabar. Karena bisa jadi di balik yang tidak kita suka, ada kebaikan besar yang Allah siapkan,” ujarnya.

Penyuluh KUA Rakit ini menjelaskan 3 sikap mukmin saat menghadapi ujian: sabar, rida, dan husnuzan kepada Allah. “Sabar itu menahan lisan dari mengeluh. Rida itu hati menerima. Husnuzan itu yakin Allah Maha Adil dan Maha Penyayang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak membandingkan hidup dengan orang lain. “Rezeki, jodoh, ujian masing-masing beda. Fokus perbaiki diri dan keluarga. InsyaAllah Allah akan ganti dengan yang lebih baik,” pesannya.

Sementara itu, Pendamping PKH Atikah menambahkan pentingnya semangat untuk berubah. “Bantuan PKH ini wasilah. Tugas kita ikhtiar, jaga kesehatan anak, pastikan anak sekolah. Sambil terus berdoa dan tawakal,” katanya.

Salah satu peserta,  Sumiyati, mengaku lega setelah mengikuti penyuluhan. “Hati jadi adem. Ternyata cobaan itu cara Allah menguatkan kita. Kami akan lebih banyak bersyukur,” ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar para KPM diberi ketabahan, kelapangan rezeki, dan keberkahan hidup. 

(SN/azd)