Banjarnegara (Humas) – Kepala dan guru MI Maarif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) mengikuti kegiatan AKGTK (Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan) yang juga diikuti oleh pengawas, kepala, guru dengan mata pelajaran tertentu di Ruang 1 MTs Negeri 2 Banjarnegara sesi III. (24/6).
Kegiatan AKGTK diadakan dalam rangka memaksimalkan program kerja tahun 2024 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah menyelenggarakan
Kepala MIMAU, Wahyul Khomisah bersama 2 guru yang terjadwal sama pada hari tersebut melaksanakan AKGTK dengan mempersiapkan diri dengan membaca juknis dan tahapan serta mengunduh soal sebagai bahan belajar. Meskipun AKG dimulai pukul 14.00, kami tiba di tempat pukul 13.00 WIB sesuai arahan dari Kemenag.
”Tujuan dari AKGTK ini adalah sebagai metode pengukuran yang komprehensif untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan kemampuan pedagogik dan profesional GTK madrasah,” ucap Wahyul
Sebelum memasuki ruang AKG seluruh peserta dikumpulkan dalam ruang transit untuk mendengarkan penjelasan dan menaruh tas dan HP peserta. Yang dibawa pada saat AKG hanyalah Surat Pengantar AKGTK dan KTP, Tibalah saatnya masuk ruangan dan memulai login dengan username serta password masing – masing muncul layar dari mengisi kehadiran dan soal sebanyak 60 soal pilihan ganda.
Panitia sebelum peserta mengerjakan menyampaikan dalam ruang AKG untuk mengisi daftar hadir yang telah disediakan.
“Bapak Ibu, jangan lupa untuk login peserta menggunakan Peg id dan password tertera pada surat pengantar. Bagi yang belum absen manual dimohon mengisi di lembar daftar hadir yang telah kami siapkan. Kerjakan dengan tenang dan semangat meski jam sesi 3,” kata Rofiko salah satu panitia AKG
Usai mengerjakan 60 soal yang ada, Wahyul bersama peserta lain meninggalkan ruangan. Menurutnya dalam 60 soal tersebut yang lebih mendominasi soal tentang kompetensi kewirausahaan dan kompetensi Supervisi.
“Alhamdulillah dengan AKG ini sangat bermanfaat, khususnya kita belajar kembali mengingat kompetensi yang harus dimiliki kepala madrasah sehingga harapan setiap tahunnya kualitas meningkat dari tahun sebelumnya,” pungkas Wahyul. (wk)







