Banjarnegara (Humas) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas hafalan para guru tahfiz. Tim Tahfiz Madtsansa mengadakan kegiatan simakan rutin selapan 3 juz yang diikuti oleh seluruh guru tahfidz kelas unggulan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 35 hari sekali (selapan) dengan tujuan menjaga hafalan agar tetap kuat dan terjaga mutunya.
Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoirul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa simakan rutin ini merupakan program wajib yang harus diikuti semua guru tahfiz. Kegiatan ini sekaligus untuk koordinasi dan penyampaian laporan keadaan halaqah dari masing-masing ustadz dan ustadzah.
“Hafalan itu seperti tanaman, kalau tidak dirawat akan layu. Begitu juga Al-Qur’an, kalau tidak disimak dan diulang terus, pasti akan ada yang terlupa. Maka dari itu, program simakan selapan ini menjadi salah satu cara kami menjaga kualitas hafalan guru tahfidz,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Kami ingin para guru selalu berada dalam kondisi hafalan terbaiknya. Karena mereka adalah teladan bagi siswa, maka kami memastikan kualitas hafalan selalu prima.”
Kegiatan simakan kali ini dilaksanakan di masjid Darul Ulum MTsN 1 Banjarnegara dengan format guru-guru tahfiz menyetorkan hafalan tiga juz kepada rekan sesama guru. Metode ini tidak hanya melatih kelancaran hafalan, tetapi juga mempererat kerja sama dan rasa tanggung jawab di antara para pengajar.
Salah satu guru tahfiz, Usth Adel, menyampaikan bahwa simakan rutin ini memberikan banyak manfaat, terutama untuk menjaga mental dan konsistensi.
“Kadang karena kesibukan mengajar, kami tidak sempat mengulang hafalan secara penuh. Dengan adanya jadwal simakan yang teratur, kami jadi terdorong untuk mempersiapkan diri. Ini juga melatih kedisiplinan kami agar tetap fokus pada amanah sebagai penghafal Al-Qur’an,” tutur Usth Adel.
Ia juga menambahkan, “Suasananya juga menenangkan. Mendengar rekan menyetor hafalan, kita merasa seperti berada dalam majelis Qur’an yang penuh keberkahan.”
Hal senada disampaikan oleh guru tahfiz lainnya, Ust Aflah, yang mengaku sangat merasakan dampak positif dari kegiatan ini.
“Selain menjaga hafalan, simakan ini membuat kami saling mengoreksi bacaan satu sama lain. Kadang ada yang lupa atau salah panjang pendeknya, teman yang menyimak bisa langsung mengingatkan. Ini seperti saling menguatkan di jalan Qur’an,” jelasnya.
Ust Aflah menambahkan, “Ini juga menjadi sarana kami memperdalam makhraj dan tajwid. Meskipun sudah menghafal bertahun-tahun, proses belajar tidak pernah berhenti.”
Simakan rutin selapan 3 juz ini tidak hanya menjadi wadah internal guru tahfiz, tetapi juga mendapat perhatian khusus dari pihak madrasah. Koordinator Bidang Keagamaan, Abdul Majid, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini. Guru tahfiz adalah teladan bagi siswa, maka hafalan mereka harus terjaga dengan baik. Kegiatan simakan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi siswa untuk terus menjaga dan menambah hafalan,” ujar Abdul Majid.
Ia juga menambahkan, “Ke depan, kami ingin menjadikan kegiatan seperti ini bagian dari budaya madrasah. Bahkan siswa pun akan diarahkan untuk memiliki jadwal simakan yang teratur, sehingga seluruh ekosistem Madtsansa semakin Qur’ani.”
Dengan adanya kegiatan simakan rutin ini, Tim Tahfiz Madtsansa berharap para guru tahfidz dapat terus istiqamah dalam menjaga hafalan Al-Qur’an meskipun di tengah padatnya aktivitas mengajar. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa hafalan Al-Qur’an bukan hanya prestasi, tetapi amanah yang harus terus dijaga.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar seluruh guru tahfiz senantiasa diberikan kekuatan, kelancaran, dan keberkahan dalam menjaga kalam-Nya.
Khoirul Mahbub Alhafidz menegaskan kembali komitmen Tim Tahfiz Madtsansa.
“Kami akan terus berupaya menghadirkan program-program yang mendukung keberlangsungan hafalan para guru. InsyaAllah dengan niat yang ikhlas dan usaha yang berkelanjutan, hafalan yang telah dititipkan Allah di dada kita akan senantiasa terjaga,” pungkasnya.
Program simakan rutin selapan 3 juz ini menjadi bukti nyata keseriusan Madtsansa dalam membangun lingkungan pendidikan berbasis Al-Qur’an. Dukungan penuh dari para guru, koordinator, dan pihak madrasah diharapkan mampu memberikan inspirasi serta motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dalam bentuk hafalan, tilawah, maupun tadabbur. (Lin/La)







