Banjarnegara (Humas) – Masa remaja menjadi fase penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan seseorang. Beragam persoalan, mulai dari kenakalan remaja hingga krisis identitas, dapat muncul ketika seorang remaja belum memiliki pegangan yang kuat. Hal tersebut menjadi perhatian Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani, saat memberikan penyuluhan kepada para siswi SMA Muhammadiyah 4 Banjarnegara, Rabu (9/9/2026).
Mengangkat tema “Remaja Tangguh Bebas Galau: Menghadapi Kenakalan dan Krisis Identitas dengan Iman”, Yulfiani mengajak para siswi untuk tidak mudah larut dalam berbagai persoalan yang muncul selama masa pertumbuhan. Menurutnya, remaja perlu memiliki kemampuan mengenali diri, mengendalikan emosi, serta membangun ketahanan diri dengan nilai-nilai keimanan.
Dalam penyuluhan tersebut, para siswi diajak memahami bahwa rasa bingung, takut, kecewa, maupun galau merupakan bagian dari proses kehidupan. Namun, berbagai perasaan tersebut perlu dihadapi dengan cara yang tepat agar tidak mendorong remaja mengambil keputusan yang justru merugikan diri sendiri.
“Menjadi remaja tangguh bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Remaja tangguh adalah mereka yang mampu menghadapi persoalan dengan tetap berpegang pada iman, berpikir sebelum bertindak, dan berani memilih jalan yang baik,” ungkap Yulfiani.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Teman dan lingkungan dapat memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir maupun perilaku remaja. Karena itu, para siswi didorong untuk membangun pertemanan yang saling mendukung dalam kebaikan.
Melalui penyuluhan tersebut, Yulfiani berharap para siswi semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan masa remaja. Keimanan, pengendalian diri, dan lingkungan yang positif diharapkan menjadi bekal agar mereka mampu tumbuh sebagai generasi yang kuat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang baik.
(wha/azd)







