Jangan Biarkan Remaja Larut dalam Masalah, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Siswi Hadapi Problematika dengan Iman

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Susmiyati, memberikan bimbingan kepada para siswi SMA Muhammadiyah Kalibening, Jumat (18/9). Kegiatan tersebut dikemas dalam Bimbingan Remaja Usia Sekolah dengan membahas berbagai problematika yang dihadapi remaja serta solusi yang dapat dilakukan berdasarkan nilai-nilai Islam.

Masa remaja merupakan fase ketika seseorang mulai mengenal lebih banyak hal, membangun pertemanan, mencari jati diri, dan menghadapi berbagai pilihan. Di tengah proses tersebut, remaja tidak jarang berhadapan dengan persoalan yang dapat memengaruhi sikap, pergaulan, hingga masa depannya.

Melalui kegiatan tersebut, Susmiyati mengajak para siswi untuk tidak menghadapi persoalan seorang diri. Menurutnya, remaja perlu memiliki tempat untuk bercerita, lingkungan pertemanan yang sehat, serta pegangan agama agar mampu membedakan mana yang baik dan mana yang dapat membawa dampak buruk bagi dirinya.

“Remaja adalah masa untuk belajar mengenal diri dan menentukan arah kehidupan. Ketika menghadapi masalah, jangan memilih jalan yang salah hanya karena ingin mencari pelarian. Dekat dengan Allah, berani bercerita kepada orang yang dipercaya, dan memilih lingkungan yang baik dapat menjadi langkah untuk menghadapi persoalan,” ungkap Susmiyati.

Para siswi juga diajak memahami bahwa menjaga diri merupakan bagian dari tanggung jawab seorang muslimah. Pergaulan, penggunaan media sosial, tekanan dari lingkungan, maupun persoalan emosional perlu dihadapi dengan sikap bijak dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Bimbingan berlangsung dengan suasana yang komunikatif sehingga para siswi dapat mengikuti materi dengan lebih dekat dan mudah dipahami. Pesan yang disampaikan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan masa remaja.

Melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah, KUA Kalibening terus mendorong generasi muda agar tidak hanya tumbuh secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan ketahanan diri yang kuat dalam menghadapi kehidupan. 

(WHA/azd)