Banjarnegara (Humas) – Lima Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Yulfiani, Sarwono, Susmiyati, Ngudi Rahayu, dan Laeli Maria Ulfah, memberikan bimbingan rohani Islami kepada para pasien di Klinik PKU Muhammadiyah Kalibening, Jumat (11/9). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan spiritual kepada pasien selama menjalani perawatan.
Di tengah kondisi sakit, dukungan secara rohani menjadi hal yang tidak kalah penting. Para penyuluh mengajak pasien untuk tetap menjaga hubungan dengan Allah melalui doa dan ibadah sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pesan tersebut disampaikan untuk memberikan ketenangan sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
Para penyuluh juga memberikan motivasi kepada pasien agar tidak kehilangan harapan dalam menghadapi kondisi yang sedang dialami. Rasa sakit yang datang diharapkan tidak membuat seseorang menjauh dari Allah, tetapi justru menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri dan memperbanyak doa.
“Sakit memang tidak mudah untuk dijalani, tetapi jangan sampai kondisi tersebut membuat kita kehilangan harapan. Tetaplah berdoa, beribadah sesuai kemampuan, dan yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik,” tutur salah satu penyuluh.
Bimbingan rohani dilakukan dengan pendekatan yang menenangkan dan penuh perhatian. Para pasien diajak untuk menguatkan hati serta menyerahkan segala ikhtiar dan hasilnya kepada Allah. Selain berobat secara medis, doa dan ibadah diharapkan menjadi sumber ketenangan selama proses penyembuhan.
Kehadiran para penyuluh di lingkungan klinik juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat. Menurut para penyuluh, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga ketenangan hati dan kekuatan mental dalam menghadapi ujian.
Melalui kegiatan tersebut, para pasien diharapkan tetap optimistis menjalani proses pengobatan dan senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan, kesabaran, serta kekuatan. (wha/azd)







