Banjarnegara (Humas) – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Wahid Hakim Azzaky, melaksanakan pemeriksaan berkas calon pengantin sekaligus memberikan bimbingan perkawinan, Jumat (18/9). Dalam kegiatan tersebut, calon pengantin mendapatkan pembekalan tentang pentingnya menjaga kehormatan pasangan di dunia maya dengan tidak membuka aib maupun masalah rumah tangga kepada orang lain.
Materi ini menjadi bagian penting dalam persiapan calon pengantin menghadapi kehidupan berumah tangga. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat berbagai persoalan pribadi dapat dengan mudah diketahui banyak orang apabila tidak dijaga dengan baik.
Wahid mengajak calon pengantin memahami bahwa rumah tangga memiliki ruang privasi yang perlu dihormati bersama. Ketika muncul persoalan, pasangan sebaiknya tidak menjadikan media sosial sebagai tempat untuk meluapkan emosi atau menceritakan masalah yang seharusnya diselesaikan secara bijak.
“Ketika menghadapi masalah dalam rumah tangga, jangan sampai emosi membuat kita membuka aib pasangan di dunia maya. Apa yang kita tuliskan atau bagikan dapat dilihat banyak orang dan sulit untuk ditarik kembali,” jelas Wahid.
Menurutnya, menjaga kehormatan pasangan merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan rumah tangga. Pasangan suami istri perlu membangun komunikasi yang terbuka agar persoalan dapat dibicarakan tanpa harus melibatkan terlalu banyak pihak.
Jika menghadapi masalah yang sulit diselesaikan sendiri, pasangan dapat mencari orang yang dipercaya dan mampu memberikan nasihat secara bijak. Namun, hal tersebut tetap perlu dilakukan dengan menjaga privasi serta kehormatan masing-masing.
Bimbingan perkawinan tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada calon pengantin bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan pelaksanaan akad. Kesiapan menjaga komunikasi, kehormatan, dan privasi pasangan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun keluarga.
Melalui pembekalan ini, KUA Kalibening terus mendorong calon pengantin untuk membangun rumah tangga dengan sikap saling menghargai, menjaga kepercayaan, serta bijak menggunakan media digital demi terwujudnya keluarga sakinah.
(WHA/azd)







