Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fatma Kurnianingsih mengadakan penyuluhan di PKH Kelompok 3A Desa Pingit yang didampingi Lukitasari pada Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini diikuti 37 anggota bertempat di rumah Tusiwan RT 05 RW 03 Desa Pingit Kecamatan Rakit. Fatma memberikan suntikan motivasi spiritual agar anggota PKH tidak hanya fokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga penguatan ketahanan keluarga. Kali ini Fatma mengusung tema “Momen Meningkatkan Kualitas Keluarga di Awal Zulhijah”.
Fatma mengingatkan bahwa 10 hari pertama Zulhijah adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal saleh. “Rasulullah saw bersabda, tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah selain 10 hari pertama Zulhijah. Maka ini momen emas untuk memperbaiki hubungan suami-istri, mendidik anak, dan mempererat ikatan keluarga,” jelasnya.
Fatma menekankan tiga langkah praktis yang bisa dilakukan keluarga di awal Zulhijah. Pertama, perbanyak dzikir, takbir, dan puasa sunnah agar rumah dipenuhi suasana ibadah. Kedua, gunakan waktu ini untuk musyawarah keluarga, membahas target pendidikan anak, keuangan, dan kebutuhan rumah tangga secara terbuka. Ketiga, jadikan momentum ini untuk saling memaafkan dan memperbaiki komunikasi yang mungkin renggang selama ini.
“Kalau rumah tangga harmonis, anak-anak akan tenang belajar, suami semangat bekerja, dan ibu tidak merasa sendiri. Kualitas keluarga inilah modal utama keluar dari kemiskinan, bukan hanya bantuan pemerintah,” pesan Fatma.
Para anggota tampak antusias. Banyak yang berbagi pengalaman bagaimana suasana rumah berubah lebih tenang ketika suami istri mulai sering berdiskusi dan sholat berjamaah di rumah. Lukitasari selaku pendamping mengapresiasi materi tersebut karena selaras dengan tujuan PKH dalam membangun karakter dan kemandirian keluarga penerima manfaat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama memohon keberkahan bulan Zulhijah dan kekuatan agar seluruh anggota PKH Pingit 3A mampu meningkatkan kualitas keluarga menuju hidup yang lebih mandiri dan berakhlak.
(n/azd)







