“Jangan Sandarkan Hati pada Manusia” Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Fuad Latif Tanamkan Tawakal di PKH Luwung

Banjarnegara (Humas) – Dalam hidup pasti ada pasang surut. Ada saatnya kita merasa lelah, cemas, dan takut akan masa depan. Di saat seperti itulah kita harus ingat bahwa satu-satunya tempat menggantungkan harapan hanyalah Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Fuad Latif  dalam kegiatan penyuluhan di PKH Kelompok 2 Desa Luwung yang didampingi Mei pada Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sebulan sekali bertempat di Desa Luwung ini dihadiri 20 anggota ibu-ibu penerima manfaat. Kali ini Fuad mengangkat tema “Gantungkan Harapan Hanya Kepada Allah”, Fuad mengajak peserta untuk menguatkan tauhid dan tidak mudah putus asa.

“Allah berfirman dalam QS. At-Talaq ayat 3, Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Berarti kita boleh berusaha, boleh meminta bantuan orang, tapi hati kita hanya bergantung kepada Allah,” terang Fuad.

Ia menjelaskan 3 bentuk menggantungkan harapan kepada Allah. Pertama, dalam urusan rezeki. “Jangan takut miskin. Rezeki sudah diatur Allah. Tugas kita ikhtiar dan berdoa. Bantuan PKH ini adalah salah satu jalan rezeki dari Allah. Gunakan dengan syukur.” Jelasnya.

Kedua, dalam menghadapi masalah. “Kalau ada masalah keluarga, ekonomi, atau sakit, jangan langsung mengeluh ke sana kemari. Curhat dulu kepada Allah lewat sholat dan doa. Minta solusi hanya kepada-Nya.” Terangnya.

Ketiga, dalam merencanakan masa depan. “Boleh punya cita-cita anak jadi orang sukses, punya rumah, punya usaha. Tapi sandarkan hasilnya kepada Allah. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang mustahil.” Tegasnya.

Fuad juga mengingatkan agar tidak menggantungkan harapan berlebihan kepada manusia. “Manusia bisa mengecewakan. Bisa berjanji lalu ingkar. Tapi Allah tidak pernah ingkar janji. Maka perkuat sholat, dzikir, dan yakinlah Allah selalu melihat.” Tambahnya.

Pendamping PKH, Mei, mendukung pesan tersebut. “Kami berharap ibu-ibu semakin tegar. Dengan tawakal, insya Allah hati lebih tenang dan hidup lebih lapang.” Ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan zikir. Diharapkan 20 anggota PKH Kelompok 2 Desa Luwung dapat menjadikan Allah sebagai satu-satunya tempat bersandar, sehingga hidup lebih tenang, sabar, dan penuh keberkahan. 

(n/azd)