Jumat Rohani dan BRUS di SMK N 1 Pandanarum: Bekal Remaja Jaga Kehormatan Diri

Banjarnegara (Humas) – Suasana religius menyelimuti halaman SMK N 1 Pandanarum pada pelaksanaan kegiatan Jumat Rohani yang dirangkaikan dengan BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Efatun Vaizah selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum dan Akhmad Sutoto selaku Guru Pendidikan Agama Islam. (13/2/2026)

Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XII yang tampak antusias sejak pagi hari. Acara diawali dengan pembacaan Asmaul Husna secara bersama-sama yang dipandu oleh Akhmad Sutoto. Lantunan Asmaul Husna menggema di halaman sekolah, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan sebagai pembuka kegiatan.

Setelah pembacaan Asmaul Husna, acara dilanjutkan dengan kajian yang disampaikan oleh Efatun Vaizah. Dalam materinya, ia mengangkat tema pentingnya menjaga kehormatan diri di usia remaja. Ia menekankan bahwa masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang penuh tantangan, sehingga diperlukan bekal iman dan pemahaman agama yang kuat.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa. Menjaga kehormatan diri bukan hanya tentang menjaga sikap, tetapi juga menjaga pergaulan, tutur kata, serta bijak dalam menggunakan media sosial,” jelas Efatun di hadapan para siswa.

Ia juga mengajak para siswa untuk lebih selektif dalam berteman, menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri, serta memanfaatkan masa muda untuk hal-hal positif dan produktif. Menurutnya, remaja yang mampu menjaga kehormatan diri akan memiliki masa depan yang lebih cerah dan penuh keberkahan.

Sementara itu, Akhmad Sutoto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan BRUS di sekolah. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Penyuluh Agama Islam yang telah memberikan pembinaan dan motivasi kepada para siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan BRUS ini. Semoga pembinaan seperti ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat karakter dan akhlak siswa-siswi kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan Jumat Rohani dan BRUS ini, diharapkan para siswa tidak hanya memperoleh tambahan wawasan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara penyuluh agama dan pihak sekolah menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

(ev/azd)

Skip to content