KAKANKEMEAG Kabupaten Banjarnegara Beberkan 7 Kunci Pengembangan Madrasah di Raker MAN 2 Banjarnegara

Banjarnegara – Rapat Kerja (Raker) MAN 2 Banjarnegara Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dibuka pada Senin, 23 Juni 2025, menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kemajuan madrasah. Dalam sesi sambutan sekaligus pembukaan acara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Karsono, menyampaikan tujuh poin kunci yang menjadi penyebab madrasah dapat berkembang pesat. (ka)

Menurut Dr. H. Karsono, keberhasilan sebuah madrasah sangat bergantung pada kepemimpinan yang visioner. “Kepala Madrasah memiliki peran krusial, 90% keberhasilan madrasah ditentukan oleh kepemimpinan Kepala Madrasah,” tegasnya. Ini menyoroti pentingnya seorang pemimpin yang mampu melihat jauh ke depan dan mengarahkan seluruh elemen madrasah menuju tujuan yang jelas.

Poin kedua yang ditekankan adalah pentingnya memiliki guru yang selalu semangat mau belajar. Karsono menyatakan bahwa guru adalah ujung tombak pendidikan yang harus terus berinovasi dan meningkatkan kompetensi diri seiring perkembangan zaman. Ketiga, ia menyerukan untuk menghindari budaya toxic di lingkungan madrasah. Lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif sangat esensial untuk produktivitas dan kesejahteraan seluruh warga madrasah.

Selanjutnya, Karsono menyoroti pentingnya melibatkan wali siswa dalam berkegiatan. Keterlibatan aktif orang tua akan menciptakan sinergi yang kuat antara madrasah dan keluarga, mendukung proses belajar siswa secara holistik. Ia juga mengingatkan agar menghindari fokus hanya pada nilai akademik tanpa memperhatikan karakter, kreativitas, dan kesehatan peserta didik. “Pendidikan sejati harus membentuk pribadi yang utuh, tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga berakhlak mulia, kreatif, dan sehat,” jelasnya. Ini sejalan dengan visi “Madrasah Hebat Bermartabat” yang selalu diusung MAN 2 Banjarnegara.

Dua poin terakhir yang disampaikan Karsono adalah kemampuan madrasah untuk mengelola perubahan zaman, terutama dalam teknologi. Madrasah harus adaptif terhadap kemajuan teknologi untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Terakhir, ia mendorong madrasah untuk berani mengadakan refleksi setiap akhir tahun dan akhir kegiatan. Refleksi ini menjadi kunci evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas program dan pencapaian.

Pesan-pesan ini menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta Raker MAN 2 Banjarnegara, termasuk Kepala MAN 2 Banjarnegara, Bapak H. Prihantoro Achmad, untuk merumuskan program kerja tahun pelajaran 2025/2026 yang lebih efektif dan inovatif. Diharapkan, dengan menerapkan ketujuh prinsip ini, MAN 2 Banjarnegara dapat terus berkembang dan mencetak generasi unggul yang siap menghadapi berbagai tantangan. (ka)

Skip to content