Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Anisaul Jannah, Desa Pangisari, pada Senin (15/12/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam dalam memberikan bimbingan, pembinaan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat.
Majelis Taklim Anisaul Jannah yang dipimpin oleh Fatonah, menjadi ruang strategis dalam menyampaikan pesan keislaman yang menyejukkan dan aplikatif. Dalam penyuluhan tersebut, Dian Setiadi mengangkat tema tentang makna kewalian dan kelapangan rahmat Allah Swt., yang tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya ibadah ritual, tetapi oleh keluhuran akhlak, khususnya kedermawanan hati dan sikap tidak berlebihan terhadap harta dunia.
Dalam paparannya, Dian Setiadi menekankan bahwa orientasi hidup seorang mukmin hendaknya tidak hanya terfokus pada kuantitas amal ibadah, namun juga kualitas hati dalam beribadah dan bermuamalah. Menurutnya, hati yang dermawan, lapang, dan tidak terikat secara berlebihan pada harta dunia menjadi salah satu ciri orang-orang yang dicintai Allah Swt.
“Sesungguhnya para wali Allah Swt., itu tidak memperoleh kelapangan rahmat dan keridhaan-Nya semata-mata karena banyaknya ibadah, tetapi karena kedermawanan hati mereka serta sikap yang meremehkan gemerlap harta dunia,” ujar Dian Setiadi dalam penyuluhannya.
Ia menambahkan bahwa sikap dermawan tidak selalu diukur dari besarnya materi yang diberikan, melainkan dari keikhlasan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta harmoni sosial dan ketenangan batin.
Pimpinan MT Anisaul Jannah, Fatonah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan materi yang disampaikan oleh penyuluh agama. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang kerap dihadapkan pada persoalan materialisme.
“Materi yang disampaikan sangat menyentuh dan membuka kesadaran jamaah bahwa kelapangan rahmat Allah tidak hanya dicapai dengan ibadah lahiriah, tetapi juga dengan membenahi hati dan sikap terhadap dunia,” ungkap Fatonah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Anisaul Jannah semakin termotivasi untuk memperkuat akhlak mulia, meningkatkan kepedulian sosial, serta menempatkan harta dunia sebagai sarana, bukan tujuan hidup. Penyuluhan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran penyuluh agama Islam sebagai pendamping umat dalam membangun kehidupan beragama yang seimbang antara ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial.
(F/M, azd)







