Kegiatan Students Development Kelas 5D: Renungan Pagi di Halaman Madrasah Bangun Rasa Syukur dan Empati Siswa

Banjarnegara – Pagi yang cerah di halaman madrasah menjadi saksi berlangsungnya kegiatan Students Development yang dipimpin oleh Nani, wali kelas 5D. Biasanya kegiatan pembinaan karakter ini dilakukan di dalam kelas, namun hari itu Nani memilih untuk membawa anak-anak keluar ruangan agar mereka dapat menghirup udara segar sekaligus merasakan semangat pagi dari hangatnya sinar matahari.(21/11)

Kegiatan dimulai dengan  mengajak siswi-siswi duduk melingkar. Nani memandu anak-anak untuk bermeditasi singkat dan merenungi kehidupan mereka.

Beliau mengajak seluruh siswa untuk mensyukuri berbagai nikmat Allah yang sering kali terlupakan kesehatan yang memungkinkan mereka beraktivitas, keselamatan yang menjaga mereka setiap hari, kelapangan hati untuk belajar, hingga kebahagiaan sederhana yang mereka rasakan bersama teman-teman.

Dalam sesi renungan itu, Nani kemudian menyampaikan kabar duka terkait bencana longsor yang terjadi di Desa Situkung, Pandanarum. Peristiwa tersebut menelan cukup banyak korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat sekitar.

Anak-anak mendengarkan dengan serius. Nada suara Nani yang penuh empati membuat mereka benar-benar merasakan kesedihan yang tengah dialami para korban. Beberapa siswa tampak menunduk, sementara yang lain saling berbisik lirih, menunjukkan kepedulian yang tumbuh dari hati mereka.

Nani menjelaskan bahwa musibah dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, dan sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk saling membantu serta mendoakan.

Yang mengejutkan sekaligus membanggakan, setelah sesi renungan selesai, beberapa siswa mengangkat tangan dan menyampaikan keinginan mereka untuk menyumbangkan sebagian uang saku. Tanpa diminta, mereka spontan ingin membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah.

Menurut Nani, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran karakter tidak harus selalu dilakukan melalui teori, tetapi dapat diwujudkan melalui pengalaman langsung. Anak-anak telah mempraktikkan nilai sila kedua Pancasila, yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dengan cara menunjukkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

“Mereka tidak hanya belajar memahami, tetapi juga merasakan. Dari rasa itu, lahirlah tindakan. Itulah inti pendidikan karakter,” tambahnya.

Kegiatan Students Development  hari itu bukan sekadar aktivitas di luar kelas, melainkan pengalaman emosional dan spiritual yang berharga bagi seluruh siswa. Mereka belajar bahwa bersyukur bukan hanya tentang menerima nikmat, tetapi juga tentang peduli kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan.(nas)

Skip to content