Peringati Hari Anak, Siswa 5D MIFABARA Diskusikan Hak dan Perlindungan Anak Bersama Nani

Banjarnegara – Dalam rangka memperingati Hari Anak, suasana halaman kelas 5 MIFABARA pada 20/11 terasa berbeda dan penuh makna. Nani selaku guru kelas mengajak seluruh siswa mengikuti kegiatan diskusi khusus tentang hak anak dan pentingnya perlindungan anak. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa setiap anak memiliki hak yang harus dipenuhi, dijaga, dan dihargai.

Diskusi dimulai dengan penjelasan sederhana mengenai apa yang dimaksud dengan hak anak. Melalui bahasa yang mudah dipahami, Nani memperkenalkan beberapa hak penting seperti hak memperoleh pendidikan, hak mendapatkan kasih sayang, hak bermain, hak perlindungan dari kekerasan, serta hak untuk hidup dalam lingkungan yang aman dan sehat. Untuk memperkuat pemahaman, beliau memberikan contoh-contoh nyata yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak harus tahu bahwa kalian berhak merasa aman dan bahagia. Hak kalian itu bukan sesuatu yang diberikan karena kalian berhasil, tetapi memang harus diterima karena kalian adalah anak yang perlu dijaga,” tutur Nani membuka diskusi.

Siswa terlihat aktif dan berani menyampaikan pendapat mereka. Ada yang menceritakan pengalaman ketika mereka merasa dilindungi oleh orang tua, guru, atau teman. Ada pula yang bertanya mengapa di berbagai tempat masih ada anak yang belum mendapatkan hak pendidikan maupun perlindungan yang layak. Suasana kelas menjadi hidup dengan diskusi yang menggugah empati dan kepedulian.

Selain membahas hak, Nani juga mengajak siswa memahami apa itu perlindungan anak. Beliau menjelaskan pentingnya menjauhi tindakan kekerasan, baik fisik maupun verbal, serta menghindari bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Siswa diberi pemahaman bahwa melindungi anak bukan hanya tugas orang dewasa, tetapi juga dapat dilakukan antar teman.

 “Kalau ada hal yang membuat kalian tidak nyaman, kalian harus berani bicara. Ceritakan kepada guru atau orang tua. Jangan pernah merasa sendirian,” pesan Nani memberi penguatan.

Di akhir kegiatan, siswa diminta menuliskan satu hak anak yang menurut mereka paling penting dan alasannya. Hasilnya sangat beragam, mulai dari hak bermain, hak pendidikan, hingga hak untuk merasa aman. Diskusi khusus ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan nilai empati dan tanggung jawab dalam diri siswa 5D MIFABARA.(nas)

Skip to content