Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyusunan Laporan Stunting Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 yang digelar di Aula Pangripta Mukti Bapperida Banjarnegara, Kamis (4/12/2025). Kehadiran para penyuluh ini menjadi bagian dari kontribusi Kemenag dalam memperkuat percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keagamaan, edukasi keluarga, serta penguatan peran tokoh agama di masyarakat.
Rakor yang melibatkan lintas sektor tersebut diikuti oleh Bapperida Banjarnegara, Dinas Kesehatan, KUA kecamatan, para penyuluh agama Islam, serta unsur perangkat daerah lainnya yang memiliki keterkaitan dalam penanganan stunting. Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi progres penyusunan laporan stunting tahun 2025, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta memastikan peran penyuluh agama semakin optimal dalam edukasi keluarga dan pembinaan calon pengantin.
Kepala KUA Kecamatan Mandiraja, Musobihin, menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam edukasi keluarga sakinah, khususnya terkait gizi anak dan kesiapan calon pengantin. “Keterlibatan penyuluh dalam pertemuan ini sangat penting agar pesan agama selaras dengan program pemerintah dalam menekan angka stunting,” ujarnya.
Plt. Kepala Kantor Kemenag Banjarnegara, Muhammad Subhan, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. “Penyuluh agama memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi perubahan perilaku masyarakat. Kami mendorong penyuluh untuk aktif mendukung percepatan penurunan stunting melalui bimbingan dan penyuluhan,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam penerima surat tugas, Hendriyanto, menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah. “Melalui bimbingan keagamaan dan komunikasi langsung dengan masyarakat, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting sejak dini,” terangnya.
Rapat menghasilkan beberapa poin penting, di antaranya perlunya penyusunan laporan stunting yang lebih terkoordinasi dan berbasis data lapangan, penguatan sinergi antara sektor kesehatan dan Kemenag, serta peningkatan kampanye edukatif yang dilakukan penyuluh agama di berbagai forum masyarakat. Seluruh peserta juga berkomitmen menyelesaikan laporan tepat waktu serta memperkuat intervensi di desa-desa prioritas.
Melalui sinergi lintas sektor ini, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjarnegara diharapkan semakin optimal dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.







