Banjarnegara – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara H. Sukarno, menyerahkan piagam sekolah siaga kependudukan dengan predikat paripurna dari Kepala BKKBN Republik Indonesia kepala Kepala MTs N 1 Banjarnegara, H. Yatiman, saat Apel senin pagi, (6/4/2026) yang disaksikan oleh seluruh ASN Kemenag Banjarnegara
Piagam penghargaan sekolah siaga kependudukan dengan nomor 76/Kep/D3/2026 ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dan unggul dalam segala bidang.
“Saya ucapkan selamat dan sukses kepada Keluarga Besar MTs N 1 Banjarnegara atas capaian prestasi ini, ini juga membuktikan bahwa madrasah itu bisa unggul dalam bidang apapun termasuk kependudukan,” ucap Kepala Kemenag
“Kami sangat mengapresiasi MTsN 1 Banjarnegara yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam mengembangkan program Sekolah Siaga Kependudukan. Ini menjadi contoh baik bagi madrasah lain dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Yatiman, Kepala MTs N 1 Banjarnegara sangat mengapresiasi penyerahan piagam yang dilakukan oleh Kepala Kemenag Banjarnegara
“Ini menjadi bukti bahwa Kemenag Banjarnegara hadir untuk memajukan madrasah,” ucapnya
lebih lanjut Yatiman menjelaskan bahwa salah satu hal yang menjadikan MTs N 1 Banjarnegara meraih penghargaan sekolah siaga kependudukan adalah mengintegrasikan materi kependudukan dalam pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, pihak madrasah juga aktif melakukan sosialisasi kepada siswa agar lebih memahami isu-isu kependudukan seperti jangan nikah dini.
Madrasah siaga kependudukan ini juga sejalan dengan program unggulan Kemenag Banjarnegara yaitu Kopi Seceting, sebuah program untuk menekan angka stunting di wilayah Banjarnegara
“Dengan adanya sosialisasi kegiatan kopi seceting di madrasah-madrasah yang diantara materinya adalah pencegahan nikah dini, bimbingan perkawinan dan pentingnya pencatatan pernikahan, tentu ini akan menjadikan siswa-siswa paham kependudukan dan bagaimana cara membangun masa depan, tanpa kolaborasi ini, kependudukan akan berjalan tidak sesuai semestinya karena banyak nikah dini dan lain sebagainnya,” pungkas Kepala Kemenag Banjarnegara. (AK)

