Kepala Madrasah Supervisi Pembelajaran, Pastikan Guru Terapkan Modul Ajar dan Pendekatan Deep Learning di MIFABARA

Banjarnegara – Dalam rangka menjaga dan meningkatkan mutu proses belajar mengajar, Kepala Madrasah MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA), Durotun Nafisah, melaksanakan supervisi pembelajaran di beberapa kelas pada Selasa pagi. Kegiatan supervisi ini merupakan bagian dari program rutin yang bertujuan memastikan bahwa setiap guru mengajar sesuai modul ajar yang telah disusun sekaligus menerapkan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran.(9/12)

Supervisi dimulai sejak jam pelajaran pertama. Durotun Nafisah mengamati bagaimana guru membuka pelajaran, menyampaikan tujuan pembelajaran, serta memberi apersepsi yang menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Beliau tampak teliti memperhatikan kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan rencana modul ajar yang telah dibuat guru pada awal semester.

“Supervisi bukan untuk menilai siapa yang baik dan siapa yang kurang. Ini adalah bentuk pendampingan agar pembelajaran berjalan efektif dan sesuai arah kurikulum,” ujar Durotun Nafisah. Menurutnya, modul ajar yang disusun guru harus benar-benar menjadi panduan utama dalam merancang aktivitas belajar yang terstruktur dan bermakna bagi siswa.

Selain itu, beliau menekankan pentingnya pendekatan deep learning yang saat ini menjadi fokus pembelajaran di MIFABARA. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya mendengar dan mencatat, tetapi diajak berpikir kritis, mengeksplorasi, menganalisis, serta menyampaikan pendapat. “Anak-anak harus mengalami sendiri proses menemukan pengetahuan. Guru berperan menuntun, bukan sekadar memberi materi,” tambahnya.

Dalam beberapa kelas yang dikunjungi, beliau melihat variasi metode yang digunakan guru, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, permainan edukasi, hingga demonstrasi sederhana. Siswa tampak antusias dan berani menyampaikan jawaban ketika kepala madrasah hadir di kelas mereka.

Para guru merespons positif supervisi ini. Mereka mengaku mendapatkan banyak masukan dan penguatan. “Pendampingan seperti ini membuat kami lebih percaya diri dan tahu bagian mana yang perlu ditingkatkan,” ungkap Nugrah, salah seorang guru yang disupervisi.

Dengan adanya supervisi berkala, MIFABARA berharap kualitas proses belajar mengajar semakin meningkat. Pembelajaran yang berdasarkan modul ajar dan menerapkan deep learning diyakini akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir mendalam, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman.(nas)

Skip to content