Kobarkan Semangat ‘Ngaji’ di Hari Pahlawan: PAI KUA Pagedongan Ajak Perkuat Iman dengan Fiqh

Banjarnegara (Humas) – Semangat kepahlawanan ternyata tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui perjuangan keilmuan dan spiritual. Tepat pada momen yang berdekatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Majelis Taklim (MT) al-Ikhlas di Dusun Jingklaksari, Desa Pagedongan, menggelar pengajian akbar pada Senin (10/11/2025). Para jamaah hadir, menunjukkan semangat yang membara untuk menuntut ilmu.

Acara rutin yang kental dengan nuansa perjuangan intelektual ini menghadirkan Syarif Nurhidayah, Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Pagedongan. Ia membawakan ceramah inti berjudul “Perkuat Keimanan dengan Ilmu Fiqh,” yang disambut antusias oleh jemaah yang didominasi oleh ibu-ibu majelis taklim dan tokoh masyarakat.

Syarif Nurhidayah menekankan bahwa semangat para pahlawan harus diwarisi dengan perjuangan di era modern, yaitu perjuangan menjaga dan memperkuat keimanan. “Keimanan kita di masa sekarang ini sering diuji. Godaan datang bukan hanya dari hal-hal duniawi, tetapi juga dari pemahaman agama yang keliru atau ekstrem. Ini adalah medan perjuangan rohani kita,” ujar Syarif Nurhidayah. “Oleh karena itu, keimanan harus diperkuat dengan ilmu yang kokoh, salah satunya adalah ilmu fiqh.”

Beliau mengibaratkan ilmu fiqh sebagai senjata dan peta bagi umat Islam. Fiqh, jelasnya, bukan sekadar kumpulan hukum, melainkan panduan praktis dalam beribadah dan bermuamalah (berinteraksi sosial) sehari-hari. Ia menggarisbawahi pentingnya ‘ngaji’ atau belajar fiqh secara rutin di majelis taklim.

“Bagaimana ibadah kita bisa sah dan diterima, bagaimana kita berinteraksi secara Islami, semua diatur oleh fiqh. Ngaji adalah kuncinya. Mari kita jadikan momen ini sebagai momentum untuk mengobarkan semangat pahlawan dalam menuntut ilmu,” tegas Syarif, mengajak jemaah untuk tidak pernah lelah belajar.

Di akhir tausiah, Chaeriyah, Ketua MT al-Ikhlas, yang juga mewakili jemaah, menyampaikan ucapan terima kasih atas pencerahan dari PAI KUA Pagedongan tersebut. “Pesan untuk memperkuat keimanan dengan ilmu fiqh adalah bekal berharga bagi kami semua. Kami berharap kehadiran penyuluh agama dapat terus berlanjut untuk membimbing dan meningkatkan pengetahuan agama masyarakat,” jelas Chaeriyahh.Pengajian yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat Dusun Jingklaksari, yang terinspirasi oleh semangat Hari Pahlawan, untuk terus meningkatkan keilmuan, memperbaiki praktik ibadah, dan membangun kerukunan antarwarga.

Skip to content