Banjarnegara (Humas) – Kegiatan rutin Posyandu Jatisari, Desa Gunungjati, Kecamatan Pagedongan, pada Senin (10/11/2025) terasa lebih istimewa dari biasanya. Tak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi balita, kegiatan kali ini juga diisi dengan pembinaan keagamaan bagi para ibu balita bertema “Mendidik Anak Usia Dini dengan Nilai Islami.”
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Posyandu Jatisari, Puskesmas Pagedongan, dan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagedongan, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mewujudkan generasi yang sehat jasmani dan rohani.
Acara diawali dengan sambutan dari Bidan Desa Gunungjati, Ayu, yang mewakili Puskesmas Pagedongan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pertumbuhan anak yang optimal tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik, tetapi juga oleh pembinaan moral dan spiritual.
Kesehatan Fisik dan Spiritual Harus Seimbang
“Selain menjaga gizi dan imunisasi, anak juga perlu dibekali nilai-nilai moral dan keagamaan sejak kecil. Dengan begitu, mereka tumbuh tidak hanya sehat tubuhnya, tetapi juga kuat imannya,” ujarnya.
Nilai Islami Sebagai Pondasi Karakter
Selanjutnya, Dwi Agiyanti, Penyuluh Agama Islam KUA Pagedongan, menyampaikan materi pembinaan bertema “Mendidik Anak Usia Dini dengan Nilai Islami.”
Dalam pemaparannya, Dwi menegaskan bahwa anak adalah amanah Allah yang harus dijaga dan dididik dengan kasih sayang serta keteladanan.
“Pendidikan iman dan akhlak harus dimulai sejak dini, karena masa kecil adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai Islam,” jelasnya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Antusiasme Ibu-Ibu dan Harapan untuk Generasi Hebat
Suasana pembinaan berlangsung hangat dan interaktif. Para ibu tampak antusias berbagi pengalaman tentang cara mengenalkan doa, membiasakan anak beradab dalam berbicara, hingga mengajak anak beribadah bersama di rumah.
Kegiatan juga diselingi dengan pembagian makanan tambahan (PMT) bergizi bagi balita oleh petugas Posyandu, sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan anak-anak.
Menutup kegiatan, Dwi Agiyanti berpesan agar para ibu selalu menjadi teladan terbaik bagi anak-anak mereka.
“Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tapi dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah. Maka, mari kita didik dengan cinta dan contoh nyata,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para ibu balita semakin termotivasi untuk mendidik anak dengan pendekatan Islami, sehingga tumbuh generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
(na)







