Konseling Calon Pengantin Usia Dini Bu Endah Tekankan Kematangan Berkeluarga

Banjarnegara (Humas) – Fenomena pernikahan usia dini masih menjadi perhatian serius, termasuk di Kecamatan Rakit, Banjarnegara. Penyuluh Agama Islam KUA Rakit, Endah Widyawati, bersama anggota tim Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Kecamatan Rakit, melaksanakan kegiatan Bimbingan Konseling terhadap calon pengantin di bawah umur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan pernikahan usia dini yang masih menjadi perhatian di wilayah Kecamatan Rakit. Kegiatan ini bertempat di kantor Kecamatan Rakit. (25/7)

Endah Widyawati menyampaikan materi yang menitikberatkan pada kesiapan mental, spiritual, dan tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga. Ia menegaskan bahwa pernikahan tidak boleh dipaksakan atas dasar tekanan sosial maupun ekonomi. “Melalui bimbingan ini, kami ingin memberikan pemahaman mendalam kepada calon pengantin agar mereka bisa mengambil keputusan terbaik bagi masa depan mereka. Pernikahan bukanlah pelarian, melainkan amanah yang harus dijalani dengan kesiapan lahir dan batin,” ungkap Endah.

Ketua tim Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Kecamatan Rakit, Nur Izzati, juga menyampaikan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mengedukasi remaja serta orang tua mengenai dampak negatif dari pernikahan dini. “Kami melihat masih banyak kasus pernikahan usia dini yang didasari oleh ketidaktahuan dan tekanan lingkungan. Melalui kerja sama dengan penyuluh agama, kami berharap bisa memberikan wawasan yang menyeluruh dari aspek agama, psikologi, hingga perlindungan hukum bagi anak,” jelas Nur Izzati.

Kegiatan ini juga membuka layanan konsultasi lanjutan bagi keluarga dan remaja yang membutuhkan pendampingan. Diharapkan, langkah preventif seperti ini dapat menjadi solusi konkret dalam menekan angka pernikahan dini dan menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan, tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko dan tantangan yang mungkin muncul akibat pernikahan usia dini, serta mendorong mereka untuk membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera di masa depan. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat terus digalakkan untuk menekan angka pernikahan dini dan meningkatkan kualitas keluarga di Banjarnegara. (ars/azd)

Skip to content