Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja menerima kunjungan salah satu komunitas kelompok rentan yang sedang melakukan perjalanan sosial dan advokasi ke berbagai daerah di Indonesia. Kunjungan ini merupakan bagian dari kampanye kemanusiaan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas. (9/12/2025)
Komunitas tersebut menyampaikan beberapa maksud dan tujuan kunjungan, antara lain:
1. Mensosialisasikan program perjalanan keliling Indonesia guna memperkuat kampanye inklusi sosial.
2. Memperoleh dukungan moril dari lembaga keagamaan agar pesan-pesan keberpihakan kepada kelompok rentan semakin luas.
3. Membangun jaringan dukungan materil berupa bantuan fasilitas, akses informasi, dan jejaring sosial.
4. Meningkatkan kemitraan dengan lembaga lokal yang peduli terhadap pemberdayaan sosial.
Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut. “KUA Mandiraja membuka diri bagi siapa pun yang mencari dukungan, termasuk saudara-saudara kita dari kelompok rentan. Kehadiran mereka menjadi pengingat bahwa tugas kami melampaui urusan administrasi semata—kami juga punya kewajiban moral untuk memberikan dukungan, kenyamanan, dan pendampingan keagamaan,” ujarnya.
Imam Hambali, yang selama ini membina kelompok rentan melalui Majelis Taklim Bengkel Hati, juga memberikan tanggapan positif.
“Bengkel Hati dibentuk untuk menjadi rumah bagi mereka yang membutuhkan pendampingan moril dan spiritual. Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi. Kami siap bersinergi untuk memperkuat pembinaan dan membuka peluang pemberdayaan bagi komunitas ini.”
Sebagai perwakilan komunitas, Riza menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap dukungan KUA Mandiraja.
“Perjalanan kami keliling Indonesia bukan hal yang mudah, tetapi setiap lembaga yang menerima kami memberikan semangat baru. KUA Mandiraja menyambut kami dengan penuh kepedulian, dan itu sangat berarti bagi kami para penyandang tuna rungu. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut demi memperkuat perjuangan kelompok rentan di Indonesia.”
Riza juga menekankan bahwa dukungan moral dari lembaga keagamaan menjadi fondasi penting dalam menguatkan mental, motivasi, serta keberanian teman-teman tuna rungu dalam menjalankan misi sosialnya.
Dengan kunjungan ini, KUA Mandiraja berharap dapat terus memperkuat, peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang inklusif bagi kelompok rentan. Program-program pemberdayaan berbasis masjid dan majelis taklim yang lebih ramah disabilitas. Kolaborasi lintas komunitas dalam mewujudkan masyarakat yang peduli, inklusif, dan berkeadaban. Pertemuan ditutup dengan doa bersama serta pesan kebaikan untuk keselamatan perjalanan komunitas hingga akhir misi sosialnya. (F/M)







