KUA Pagentan Gandeng TK Pertiwi Siswarini Kasmaran: Gerakan Lokal Membangun Pondasi Generasi Emas

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan semakin aktif memperkuat perannya di tengah masyarakat melalui program bimbingan penyuluhan yang menyentuh langsung unit terkecil, yaitu keluarga. Kolaborasi strategis terbaru mereka terjalin dengan TK Pertiwi Siswarini Kasmaran yang berlokasi di salah satu ruang kelas TK Pertiwi Siswarini Kasmaran, menghasilkan kegiatan yang bertujuan untuk menyiapkan “Generasi Muda yang Berkualitas.”

Acara yang berlangsung pada Senin (15/12/2025) ini diikuti oleh 35 orang wali siswa, yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam sesi penguatan peran orang tua. Inisiatif lokal ini dipandang penting mengingat tantangan sosial dan pendidikan di masa depan yang semakin kompleks.

Fasilitator utama bimbingan penyuluhan ini, M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, memfokuskan paparannya pada konsep bahwa pembentukan karakter yang kokoh tidak dapat dicapai hanya melalui kurikulum sekolah. Menurut Syaiful Abidin, suksesnya pendidikan berawal dari lingkungan keluarga.

“Keluarga adalah benteng pertahanan pertama. Kami di KUA melihat bahwa peran orang tua dalam menanamkan pendidikan agama dan karakter adalah fondasi utama yang akan menentukan kesiapan anak-anak kita. Ini bukan hanya masalah sekolah, ini adalah masalah kontinuitas estafet tugas keagamaan dan kebangsaan,” tegas Syaiful Abidin di hadapan para peserta.

Ia menggarisbawahi bahwa mendidik anak menjadi pribadi muslim yang saleh dan berkarakter adalah modal terbesar bagi masa depan Banjarnegara dan bangsa secara keseluruhan. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan toleransi, ia tambahkan, harus dihidupkan melalui keteladanan sehari-hari yang dilakukan di rumah.

Kepala TK Pertiwi Siswarini Kasmaran, Dwi Astuti Setianingsih, yang akrab dipanggil Tuti memberikan apresiasi tinggi terhadap dukungan KUA Pagentan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merefleksikan pemahaman bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya guru di kelas.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari KUA Pagentan. Pendidikan formal kami di sekolah akan lebih optimal jika didukung oleh penguatan moral di rumah. Materi yang disampaikan Bapak Syaiful Abidin ini memberikan motivasi praktis bagi wali murid kami untuk benar-benar menjadikan rumah sebagai madrasah utama,” jelas Tuti.

Tuti menambahkan, sinergi antara lembaga pendidikan formal (sekolah) dan lembaga keagamaan pemerintah (KUA), yang didukung oleh partisipasi aktif wali siswa, adalah cetak biru untuk melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya pintar di buku, tetapi juga kuat dalam keimanan dan akhlak.

Seluruh peserta, dari orang tua hingga siswa, tampak serius dan terlibat dalam sesi diskusi, menunjukkan komitmen mereka untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. KUA Pagentan berharap gerakan edukasi ini dapat diikuti oleh lembaga pendidikan lain di Banjarnegara, menciptakan gelombang perubahan positif dalam pola pengasuhan anak secara masif. 

(msa/ azd)

Skip to content