Banjarnegara — Palang Merah Remaja (PMR) MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) menggelar kegiatan Kembara Bhakti pada Senin (15/12). Kegiatan yang berlangsung setelah jama’ah duhur tersebut dipusatkan di lapangan indoor MTs Negeri 1 Banjarnegara dan diikuti oleh seluruh anggota PMR Madtsansa. Dengan konsep fun games berbasis pos, Kembara Bhakti dirancang untuk menguji sekaligus memperkuat pemahaman materi pertolongan pertama bagi anggota PMR kelas 7 dan 8.
Sejak awal pelaksanaan, suasana lapangan indoor tampak semarak. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti rangkaian pos kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia dan pengurus PMR. Di setiap pos, peserta dihadapkan pada pertanyaan dan simulasi ringan yang berkaitan dengan materi pertolongan pertama, seperti penanganan luka ringan, pingsan, hingga langkah awal dalam kondisi darurat. Metode ini dipilih agar peserta dapat belajar sambil bermain, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Kembara Bhakti PMR Madtsansa. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembinaan ekstrakurikuler yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter.
“Kembara Bhakti menjadi sarana yang tepat untuk mengukur pemahaman anggota PMR terhadap materi pertolongan pertama. Selain itu, kegiatan ini melatih kerja sama, kedisiplinan, dan kepedulian sosial siswa,” ujarnya.
Ikhsanudin juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan inovasi yang menarik.
“PMR memiliki peran penting di madrasah, terutama dalam kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap anggota PMR semakin siap dan sigap ketika dibutuhkan,” tambahnya.
Pembina PMR Madtsansa, Hani Farkhatun, menjelaskan bahwa Kembara Bhakti dirancang sebagai evaluasi pembelajaran bagi anggota PMR, khususnya kelas 7 dan 8.
“Selama ini mereka sudah mendapatkan materi pertolongan pertama melalui latihan rutin. Kembara Bhakti menjadi media untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi tersebut,” jelasnya.
Hani menambahkan, konsep fun games dengan pos-pos kegiatan dipilih agar peserta tidak merasa terbebani.
“Kami ingin anggota PMR belajar dengan suasana yang menyenangkan. Dengan cara ini, mereka lebih antusias dan berani mencoba menjawab serta mempraktikkan materi,” katanya.
Ketua PMR Madtsansa, Gaida Gading, menyampaikan bahwa persiapan Kembara Bhakti dilakukan dengan matang oleh pengurus PMR.
“Kami bersama pembina dan pengurus menyusun beberapa pos yang berisi pertanyaan dan tantangan seputar pertolongan pertama. Tujuannya agar seluruh anggota bisa mengulang dan memperdalam materi yang sudah dipelajari,” ungkapnya.
Salah satu pengurus PMR, Raisa Alin, menuturkan bahwa keterlibatan pengurus dalam kegiatan ini juga menjadi ajang belajar berorganisasi.
“Kami belajar mengatur jalannya kegiatan, mengelola pos, dan berkomunikasi dengan peserta. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai pengurus,” ujarnya.
Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Yumna, peserta dari kelas 7A, mengaku senang mengikuti Kembara Bhakti. “Kegiatannya seru dan tidak membosankan. Di setiap pos kami ditanya tentang pertolongan pertama, jadi bisa mengingat kembali materi yang sudah diajarkan,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya Kembara Bhakti, PMR Madtsansa berharap seluruh anggota semakin memahami dan mampu menerapkan materi pertolongan pertama dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mendukung pengembangan karakter dan keterampilan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler yang edukatif dan menyenangkan. (Lin)







